Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mungkinkah Microsoft dipimpin seorang perempuan?

Mungkinkah Microsoft dipimpin seorang perempuan? Sheryl Sandberg. ©2013 Allthingsd.com

Merdeka.com - Selama ini, Microsoft mungkin adalah salah satu perusahaan teknologi yang kental dengan sisi maskulin. Hal ini dikarenakan banyaknya karyawan mereka dan sejarah perusahaan yang semuanya didominasi kaum adam ini.

Seperti dilansir oleh Huffington Post (16/9), tercatat setidaknya 80 persen pekerjanya di kantor pusat mereka adalah lelaki. Terlebih, para petinggi pun didominasi oleh sosok maskulin, hanya ada dua petinggi perempuan di sana.

Para bos besar Microsoft sendiri selama ini juga diamanatkan kepada para lelaki. Sebagai contoh, Bill Gates dan Steve Ballmer merupakan para pria yang muncul dalam sejarah Microsoft sebagai CEOnya.

Namun, di zaman yang serba setara ini, muncul sebuah pertanyaan: Mungkinkah Microsoft yang kental dengan aroma pria ini dipimpin oleh seorang wanita?

Sebagaimana diketahui, Ballmer akan berencana melepaskan jabatannya dari CEO Microsoft pada tahun depan. Banyak pihak kemudian berspekulasi mengenai siapa pengganti potensialnya.

Ladbrooker sendiri menjagokan COO Facebook, Sheryl Sandberg, sebagai satu-satunya perempuan di dalam bursa perebutan posisi tertinggi Microsoft ini. Bahkan, nama Sanberg juga bersaing ketat dengan kandidat terkuat saat ini, Stephen Elop, CEO Nokia.

Perempuan memang tak mustahil terpilih menjadi CEO sebuah raksasa teknologi dunia. Hal ini mampu dibuktikan oleh Marissa Mayer, CEO perempuan pertama Yahoo!.

Maka, kesempatan Sanberg menjadi bos Microsoft sendiri sebenarnya juga bukanlah hal mustahil. Namun, akankah Microsoft mendobrak tradisinya dengan mengangkat seorang CEO dari kaum hawa? (mdk/nvl)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP