Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Migrasi kanal 3G, Smart harus pasang filter

Migrasi kanal 3G, Smart harus pasang filter Smart telecom-axis. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Operator telekomunikasi Axis menilai interferensi yang terjadi mesti dihilangkan dengan pemasangan filter di base transceiver station (BTS) milik PT Smart Telecom.

Head of Regulatory PT Axis Telekom Demitry Darlis mengungkapkan hal tersebut sudah diatur dalam Peraturan Menkominfo No. 19/2013 tentang migrasi kanal 3G.

"Ini bukanlah prinsip Axis, tapi kami hanya menjalankan aturan yang ada. Bila ternyata setelah dipasang filter oleh pihak Smart masih ada interferensi, baru Axis memasang filter di BTS," ujarnya, Senin (17/6).

Saat ini, jangkauan layanan Axis berada di Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sumatra Barat, Jabodetabek, Banten, Sumatra Timur, Bali, Lombok, sejumlah kota di Kalimantan, dan Sulawesi.

Axis menemukan interferensi yang besar saat memulai migrasi di provinsi Bali dan Lombok sehingga terpaksa kembali ke kanal semula, di kanal 2 dan 3. Di Bali, Axis memiliki 186 unit BTS.

Menanggapi kewajiban pemasangan filter, Direktur Smartfren Telekomunikasi Merza Fachys berjanji akan mengikuti aturan yang ada. "Kami manut saja," tuturnya.

Darlis lebih lanjut menjelaskan ada tiga metode migrasi operator telekomunikasi 3G, yaitu pertama, di lokasi yang ada layanan Axis dan Smart Telecom, kedua, di lokasi yang tidak ada layanan Smart Telecom, dan ketiga, di lokasi yang tidak ada layanan Axis dan Smart Telecom.

"Ketiganya ada metode dan penjadwalan sendiri-sendiri. Bila tidak ada layanan Axis dan Smart, maka operator 3G lainnya bisa langsung melakukan migrasi sendiri," katanya.

(mdk/ega)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP