Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Microsoft diprotes pengguna Live Messenger

Microsoft diprotes pengguna Live Messenger windows live messenger skype. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Seiring dengan ditutupnya layanan Windows Live Messenger yang dimulai pekan depan, Microsoft mendapat protes dari pengguna Live Messenger.

Sebelumnya, Microsoft telah mengumumkan rencana penutupan tersebut dan memberikan alternatif kepada pengguna Live Messenger agar hijrah ke Skype. Skype pun juga menawarkan kemudahan, yaitu pengguna Live Messenger tidak perlu membuat akun Skype baru, cukup dengan log in dengan akun Live Messenger.

Dilansir dari Softpedia (4/4), pengguna Live Messenger merasa tidak terima dengan langkah yang diambil Microsoft itu.

Pasalnya, beberapa pengguna Live Messenger menyatakan bahwa pihaknya tidak mau beralih ke Skype karena Live Messenger dirasa masih lebih baik dari Skype.

"Saya sudah mencoba menggunakan Skype sejak rencana penutupan tersebut. Namun Skype itu menyedihkan. Kecuali jika Microsoft berkenan melakukan beberapa perbaikan dalam waktu dekat ini," ujar salah satu pengguna Live Messenger.

"Menggunakan Skype itu mimpi buruk. Skype sering sekali crash dan menyebabkan komputer freeze. Selain itu tidak ada sisi praktis dalam penggunaannya," lanjut pengguna Live Messenger itu.

Namun pihak Microsoft dengan tenang menanggapi keluhan tersebut. Microsoft mengatakan bahwa pihaknya menyadari ada rasa kekecewaan yang dirasakan oleh pengguna Live Messenger. Mungkin Skype bukanlah pengganti yang tepat, namun ada fitur yang ada di Skype tetapi tidak ada di Live Messenger, begitu juga sebaliknya.

Terkait protes atas penutupan Windows Live Messenger, hingga saat ini Microsoft belum membeberkan alasan kuat menghentikan layanan tersebut.

(mdk/ega)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP