Mewaspadai Kejahatan Siber Jelang Pilpres 2019
Merdeka.com - April mendatang, Indonesia akan mengadakan event besar. Gelaran acara 5 tahunan, yakni pemilihan umum (Pemilu). Pemilu ini termasuk juga pemilihan presiden (Pilpres) untuk periode 5 tahun mendatang.
Tak menutup kemungkinan, event besar seperti ini bakal menjadi tujuan para penjahat siber. Hal tersebut pun diamini oleh Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager Kaspersky Lab Asia Pasifik untuk Indonesia.
Menurutnya, hakikat kejahatan siber adalah ingin mencuri perhatian masyarakat, terutama saat berlangsungnya event-event besar seperti contohnya Pilpres. Di beberapa negara pun demikian. Saat event besar seperti itu, menjadi perhatian kejahatan siber.
"Karena event ini ditunggu semua orang. Hampir di seluruh negara juga sama. Semua event-event besar itu riskan menjadi target kejahatan siber," jelas Dony ketika ditemui di Jakarta, Kamis (7/2).
Oleh sebab itu, kata dia, hal ini perlu menjadi perhatian bagi semua orang. Tidak hanya pemerintah saja, tetapi juga masyarakat Indonesia.
"Jadi kemungkinan terjadi ada. Tetapi kita juga tidak tahu pastinya seperti apa. Yang jelas, tipikal penjahat siber adalah mencari perhatian di setiap event-event besar. Intinya, kita juga harus tetap mewaspadai soal ini," ungkapnya.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya