Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Meski murah, biaya ini juga harus ditanggung pelanggan Netflix

Meski murah, biaya ini juga harus ditanggung pelanggan Netflix Netflix. © digitaltrends.com

Merdeka.com - Hadirnya layanan video streaming Netflix membuat sebagian orang negeri ini bisa menikmati konten premium dan eksklusif. Menariknya, biaya langganan Netflix pun dibanderol dengan harga minimal Rp 109 ribu. Kendati begitu, ada hal lain yang harus dibayarkan oleh pelanggan. Apa itu?

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, meski biaya langganan murah, namun pelanggan Netflix tetap harus siap dengan biaya layanan data untuk bisa menikmati semua konten baik film maupun siaran lain di dalamnya.

"Itu kan biaya yang harus dibayar ke Netflix langsung. Tapi kan pelanggannya harus siap dengan biaya layanan data yang dibayar ke operator secara terpisah. Memang kelihatannya lebih murah daripada film (di bioskop), tapi emang langganan datanya mereka gak bayar?" ujar dia saat ditemui wartawan, Jakarta, Kamis (7/1).

"Sama aja kayak nelepon pake WhatsApp orang bilang gratis, darimana gratis! emangnya datanya gak bayar. Kan layanan datanya kita harus bayar ke operator. Ini sama saja dengan Netflix," imbuhnya.

Menteri yang akrab disapa Chief RA itu melanjutkan, saat ini pihaknya sedang melakukan pengkajian secara mendalam terkait kebutuhan masyarakat atas layanan streaming yang disediakan Netflix. Ia mengaku tak mau terburu-buru mengambil sikap terhadap produk teknologi yang masuk ke Indonesia.

"Balik lagi kita harus lihat dari sisi masyarakat seperti apa, jangan langsung maen tata tanpa tahu jadinya gimana, dadakan-dadakan ujungnya ribut. Pemeintah sebagai regulator menata secara bertahap semuanya supaya bisa berimbang," jelas pria kelahiran Bogor itu.

Sebelumnya diberitakan, Netflix akan secara resmi hadir di 130 negara baru di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penambahan pasar baru yang dimiliki Netflix tersebut membuatnya sudah hadir melayani pelanggan di 190 negara seluruh dunia.

Pengumuman kehadiran di banyak negara baru tersebut diungkap langsung salah satu pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Netflix, Reed Hastings. Pengumuman disampaikan di tengah perhelatan Consumer Electronic Show (CES) 2016 yang masih berlangsung di Las Vegas, Amerika Serikat.

(mdk/lar)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP