Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Meski berbeda, hutan Amazon tak bisa hidup tanpa gurun Sahara

Meski berbeda, hutan Amazon tak bisa hidup tanpa gurun Sahara Gurun Sahara dan hutan Amazon. © Inquistr

Merdeka.com - Tidak ada yang menyangka bila hutan terbesar di dunia, hutan Amazon sangat menggantungkan hidupnya pada gurun terbesar di dunia, Sahara. Hubungan apa yang berhasil 'menyatukan' keduanya?

Menurut penelitian NASA dengan satelit mereka, Calisto, ternyata setiap tahunnya ada 28 juta ton debu dari gurun Sahara, Afrika, yang terbang ke hutan Amazon di Amerika Selatan. Tidak tanggung-tanggung, jarak yang harus ditempuh jutaan ton debu itu adalah 3000 mil.

gurun sahara dan hutan amazon

Ajaibnya, bukan ternyata debu Sahara itu sangat dibutuhkan oleh hutan Amazon. Ditengah gempuran pembabatan hutan, debu gurun Sahara ternyata menjadi sumber 'nutrisi' dari hutan Amazon, Mashable (25/02).

Ya, jutaan ton debu tersebut akan bergabung dengan awan hujan di atas langit Amazon. Saat turun ke bumi, debu-debu tadi berubah menjadi pupuk yang bakal membuat hutan Amazon semakin subur.

Setelah ditelusuri, debu-debu Sahara mengandung mineral dan sisa organisme yang berguna bagi kesuburan tanaman Amazon.

Menurut NASA, bila debu Sahara yang turun bersama hujan di Amazon di angkut menggunakan truk, akan dibutuhkan setidaknya 104.908 unit truk ukuran sedang! Sementara total debu yang terbang dari gurun Sahara mencapai 182 juta ton.

Menariknya, ukuran partikel debu yang terbawa oleh angin ke berbagai penjuru bumi itu tak lebih dari satu per sepuluh rambut manusia. Namun, saat jutaan ton debu itu terbang ke angkasa, manusia bisa melihatnya, bagaikan awan berwarna keemasan yang indah.

(mdk/bbo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP