Menteri Nasir sesumbar prototype mobil listrik rampung 2017
Merdeka.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti), Mohammad Nasir, mengakui jika mobil listrik bertenaga surya buatan Institut Teknologi Sepuluh November atau ITS masih berstatus riset belum bisa dikomersialkan. Masih butuh waktu untuk menyempurnakannya tahapan risetnya agar masuk dalam tahap komersialisasi.
Menurutnya, saat ini mobil listrik bertenaga surya itu masih dalam tahap riset di level 6. Di level 6 ini yakni penajaman terhadap hasil riset sebelum masuk tahap scale up. Di tahap scale up ini, cenderung sudah menjadi prototype industri. Setelah di level prototype industri, barulah melangkah pada level 8 di mana pada level tersebut masuk skala komersialisasi.
"Saya targetkan untuk bisa masuk ke prototype industri pada tahun 2017. Oleh sebab itu, di 2015 hingga 2016, saya push untuk selesaikan risetnya," ujarnya kepada Merdeka.com seusai konferensi pers kinerja Kemenristek Dikti di kantornya, Jakarta, (17/8).
"Kalau masih skala riset tentu saja industri masih enggan. Mereka juga berpikiran untuk menghasilkan keuntungan," tambah pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur.
Jika nantinya skala riset telah selesai, ia akan mencoba menggandeng partner dari luar negeri untuk melakukan kerjasama di bidang riset, publikasi, inovasi, dan perusahaan. Sejauh ini, ungkapnya, Finlandia yang kemungkinan akan diajak bekerjasama lantaran negara itu diakui unggul soal storage atau baterai untuk mobil listrik.
Dia pun mengungkapkan pihaknya tidak bekerjasama dengan produsen mobil besar yang ada di Indonesia seperti Honda, Toyota, dan Suzuki karena produsen mobil raksasa itu juga baru tahap riset sehingga mustahil untuk dilakukan kerjasama.
"Risetnya mereka itu kan, baru hybrid. Jadi baru antara elektrik dan BBM. Belum pure pada tenaga listrik," tuturnya.
(mdk/gni)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya