Menkominfo: Masalah besar dipecahkan, kesuksesan depan mata
Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan bahwa persoalan-persoalan yang ada di Indonesia, sebetulnya memiliki potensi bisnis yang bisa digarap oleh para startup di negeri ini.
Misalnya saja, persoalan ketahanan pangan, energi, dan kelautan yang sebenarnya teknologi juga mempunyai peran di dalamnya untuk mengurai persoalan tersebut.
"Pemerintah itu, fokus di salah satunya ketahanan pangan. Di mana kalau kita tahu sistem distribusi di sektor ini, juga masih ada permasalahan. Bisa saja dengan teknologi, mampu menjadi jalan keluar dari persoalan rantai distribusi tersebut. Kemudian ada energi dan kelautan. Itu juga banyak. Dari sisi nelayan misalnya, pasti memiliki permasalahan sendiri," katanya kepada finalis TheNext Dev dari Telkomsel saat melakukan audiensi dengannya di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Jumat (23/10).
Menurutnya, semakin jeli dengan permasalahan yang ada, maka potensi untuk sukses pun terbuka lebar. Apalagi, jika para startup bisa memecahkan suatu permasalahan besar di negeri ini. Tak menutup kemungkinan, kesuksesan yang lebih besar pun mampu diraih.
"Intinya, makin sulit masalah yang akan dipecahkan, maka peluang suksesnya pun akan semakin besar. Kuncinya itu," tuturnya.
Dirinya juga berujar bahwa jika nantinya aplikasi yang berkualitas dan sesuai dengan permasalahan di masyarakat, tak menampik jika aplikasi tersebut akan terus dipakai oleh masyarakat. Aplikasi tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap berbagai segi kehidupan agar semakin praktis.
Meskipun begitu, pria yang akrab disapa Chief RA ini, mengakui jika pemerintah belum bisa memberikan dorongan maksimal kepada startup seperti misalnya soal pendanaan.
Pasalnya, saat ini pendanaan untuk startup masih berasal dari swasta. Lantas dia pun membandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Brunei Darussalam yang memberikan pendanaan bagi para startup.
"Singapura dan Brunei tawarkan pendanaan untuk startup. Brunei kasih ke startup itu 50.000 dollar Brunei,” jelasnya.
(mdk/lar)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya