Menkominfo kritik PT Pos Indonesia
Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengkritik PT Pos Indonesia sebagai perusahaan logistik yang telat memanfaatkan peluang logistik untuk e-commerce. Padahal, logistik merupakan salah satu dari rantai ekosistem e-commerce.
"Kalau sekarang itu kan, kalau kita bandingkan dengan kompetitornya revenue e commerce PT Pos Indonesia belum yang nomor satu. Layanannya pun belum selengkap para kompetitor lain. Setidaknya, PT Pos Indonesia harus mendiversifikasi layanannya," katanya usai menyaksikan MoU antara PT Pos Indonesia dengan Mataharimall.com di kantor pusat PT Pos Indonesia, Jakarta, Senin (7/12).
Menkominfo mengharapkan agar PT Pos Indonesia segera melakukan reposisi agar tanggap dengan peluang e-commerce di Indonesia. Pasalnya, berdasarkan data yang ia miliki, transaksi e-commerce setiap tahun terus tumbuh.
Sebagaimana diketahui, nilai transaksi e-commerce pada tahun 2020, diprediksikan akan mencapai USD 130 miliar dengan angka pertumbuhan per tahun sekitar 50 persen.
"Nilai itu kan besar banget. Kalau PT Pos Indonesia bisa dapat 2 persennya aja, itu udah luar biasa. Nah, karena itu, kalau kami dari sisi lanskapnya menginginkan reposisi PT Pos Indonesia sebagai ekosistem logistik dari e commerce di negeri ini. Kalau jadi ekosistem logistik dari e commerce kan artinya harus yang terdepan," terang pria yang akrab disapa Chief RA itu.
Ia pun mengakui jika pihaknya sudah mendiskusikan hal tersebut kepada Kementerian BUMN.
"Saya udah bicara dengan Kementerian BUMN. Kementerian BUMN sih, Oke. Tapi, harus minta deputinya karena PT Pos Indonesia ini kan, belum perusahaan publik yang mana notabene masih dimiliki mayoritas sahamnya oleh pemerintah," jelas pria kelahiran Bogor, Jawa Barat. (mdk/hwa)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya