Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengungkap 4 kejadian mistis di balik kemunculan Blue Moon

Mengungkap 4 kejadian mistis di balik kemunculan Blue Moon Bulan biru. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nanti malam, Bumi akan disuguhkan dengan fenomena astronomi langka, yakni Blue Moon. Di Indonesia, fenomena ini terbilang biasa, namun di dunia barat, kemunculan Blue Moon erat hubungannya dengan munculnya hal-hal berbau mistis.

Meskipun sebenarnya Blue Moon hanyalah bulan purnama biasa, kemunculannya di masa lalu sering dikaitkan dengan sosok manusia serigala jadi-jadian alias werewolf di benua Eropa.

LiveScience pun pernah melansir bila pada bulan purnama langka, seperti Blue Moon, manusia lebih sensitif terhadap kemunculan hal-hal tidak lazim di sekitar mereka.

Berbagai ilmuwan di berbagai belahan dunia pun banyak yang mencoba mengungkap mitos yang berkaitan dengan bulan purnama. Dan hasilnya, beberapa hal berbau tahayul soal bulan purnama berhasil dipatahkan oleh ilmuwan.

Bulan purnama picu setan buat manusia kejang-kejang

picu setan buat manusia kejang kejang rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Orang-orang Eropa zaman dulu kerap menghubungkan kejang-kejang yang terjadi secara tiba-tiba di bulan purnama sebagai bentuk serangan setan.

Namun, penelitian di jurnal Epilepsy & Behavior di tahun 2004 menyatakan bila kejang itu adalah tanda dari penyakit epilepsi. Lebih lanjut, penelitian itu juga tidak menemukan hubungan antara epilepsi dengan bulan purnama, meskipun tidak sedikit pasien yang menyatakan serangan epilepsi terjadi saat bulan penuh muncul.

Hewan-hewan sakit saat Blue Moon

sakit saat blue moon rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dari penelitian Universitas Colorado beberapa tahun silam, jumlah pasien rumah sakit hewan dilaporkan meningkat sekitar malam bulan purnama. Peningkatannya terjadi sebanyak 23 persen untuk kucing dan 28 persen untuk anjing.

Apakah itu mengindikasikan hewan lebih mudah sakit saat bulan purnama dan Blue Moon? Ilmuwan Universitas Colorado memilih untuk menjawab tidak.

Peningkatan jumlah hewan yang terluka atau sakit saat bulan purnama dikatakan terjadi akibat kesalahan si pemilik. Saat bulan bersinar terang, pemilik hewan dilaporkan banyak membawa piaraan mereka keluar rumah untuk jalan-jalan. Hal itulah yang meningkatkan resiko kecelakaan pada hewan.

Anjing berubah buas ketika bulan purnama

buas ketika bulan purnama rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Masih seputar hewan, dari beberapa data di jurnal Medis Inggris pada tahun 2001, diketahui jumlah gigitan hewan pada dokter akan meningkat pesat saat bulan purnama. Kenaikannya bahkan sempat dikatakan hingga 2 kali lipat.

Akan tetapi, hal itu dibantah oleh penelitian dari Australia. Dari penelitian itu, disimpulkan bila angka gigitan hewan, terutama anjing angkanya relatif sama di setiap malam, walaupun di bulan purnama sekalipun.

Bulan purnama sebabkan manusia menggila

sebabkan manusia menggila rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menurut Moonphase.info, salah satu mitos seputar bulan purnama yang paling banyak dipercaya orang adalah peningkatan jumlah orang gila dan kunjungan rumah sakit di malam itu.

Sayangnya, hal itu sekali lagi terbantahkan karena berdasarkan hasil dua penelitian di jurnal Psychiatric Services (2005) dan American Journal of Emergency Medicine (1996), tidak ada perbedaan antara jumlah kunjungan pasien di rumah sakit dan psikiater pada malam biasa dan bulan purnama.

Sumber: LiveScience, Moonphases.info, American Journal of Emergency Medicine

(mdk/bbo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP