Mengapa meteor di Rusia bisa meledak?

    Reporter : Alvin Nouval | Jumat, 15 Februari 2013 16:31




    Mengapa meteor di Rusia bisa meledak?
    meteor jatuh. shutterstock

    Merdeka.com - Pada 30 Juni 1908, sebuah bola api raksasa jatuh dari langit dan menghujam sebuah hutan di Siberia. Bola api tersebut ternyata adalah sebuah asteroid yang turun jatuh ke bumi dan mampu menghanguskan hutan seluas ibu kota Indonesia.

    Tercatat setidaknya pohon-pohon yang berdiri dalam radius ratusan kilometer rata dengan tanah dan tercipta sebuah kawah berukuran besar. Sejak saat itu, fenomena misterius itu dinamakan Kejadian Tunguska.

    Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah hal tersebut sama dengan yang dialami penduduk Rusia pagi ini?

    Jika dilihat dari fenomenanya, kejadian di Tunguska pada 1908 dan yang terjadi di Rusia pagi ini diakibatkan oleh benda yang sama. Yaitu, meteor jatuh yang meledak ketika menyentuh permukaan bumi.

    Bedanya, meteor yang jatuh di Tunguska diperkirakan ukurannya sangat besar sehingga mampu menimbulkan kerusakan seperti ledakan akibat sekumpulan TNT seberat 5 sampai 30 megaton. Sedangkan yang terjadi di Rusia, meskipun kecil ternyata juga mampu mencederai 102 penduduk dan merusakkan bangunan dan rumah yang dilaluinya.

    Meteor bisa meledak?

    Ya, menurut Scienceblogs.com (28/11/2008), sebuah blog sains yang diprakarsai oleh National Geographic, ketika sebuah meteor mendatangi bumi, meteor tersebut akan bergerak sangat cepat karena gaya tarik bumi yang begitu besar. Hal ini akan menyebabkan sang meteor tersebut mampu bergerak hingga 11 sampai 72 km/detik menuju bumi.

    Namun, sebagai pelindung terluar bumi, atmosfer akan mencoba melawan gaya tersebut dan memperlambat laju meteor sembari membakar habis material pembentuk meteor tersebut. Itulah mengapa meteor jatuh selalu terlihat mengeluarkan cahaya mengkilat, seperti yang terekam dalam kejadian di Rusia hari ini.

    Sayangnya, jika material pembentuk meteor tersebut terlalu banyak tersusun oleh es maupun CO2 kering, suhunya akan meningkat drastis dan mendidih. Suhu inilah yang menyebabkan molekul di dalam meteor tertekan dan mencoba untuk keluar. Sehingga, terjadilah ledakan yang sangat kuat tersebut.

    Seperti yang terlihat dari kejadian di Rusia, nampaknya ukuran meteor yang jatuh ini cukup besar sehingga tidak habis terbakar di atmosfer. Untungnya, ledakan yang dihasilkan tidak parah meskipun mampu merusak bangunan dan mencederai beberapa orang.

    Yang patut diperhatikan, apakah masih ada kemungkinan meteor-meteor selanjutnya kembali jatuh dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan munculnya prediksi asteroid 2012 DA14 yang akan mendekati bumi pada 16 Februari 2013 ini.

    [nvl]

    KUMPULAN BERITA
    # Meteor Jatuh

    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






    Komentar Anda


    Be Smart, Read More
    Back to the top

    Today #mTAG iREPORTER
    LATEST UPDATE
  • Amankah makan ikan tuna setiap hari?
  • Puslabfor Mabes Polri patahkan bantahan Artha Meris soal sadapan
  • Maskapai penerbangan ingin ada aturan main tiket promosi pesawat
  • Batal umumkan nama menteri, wajah Jokowi tetap cerah
  • Cuma dapat skor 300, putri Jokowi terancam tak lulus CPNS
  • SMP Karangmojo Gunungkidul serahkan kasus video mesum ke polisi
  • 3 WNI bantu pria Nigeria tipu bos dari Rusia sebesar USD 313.961
  • Diduga kesepian, panda di China terekam asyik masturbasi
  • Beasiswa sekolah penerbangan, AirAsia Indonesia habis Rp 4,5 M
  • Gondol kotak amal untuk biaya persalinan istri, Narendra dibekuk
  • SHOW MORE