Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengapa Donald Trump minta hacker Rusia serang Amerika?

Mengapa Donald Trump minta hacker Rusia serang Amerika? Capres Donald Trump bersama istrinya Melania. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Di sebuah konferensi pers Kamis lalu (28/07), calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republikan Donald Trump tiba-tiba menyuruh hacker dari Rusia untuk meretas website pemerintah AS. Apa yang terjadi?

Ternyata, permintaan peretasan Trump terkait dengan bocoran email staf DNC (Democratic National Committee) yang sempat diunggah Wikileaks beberapa hari lalu. Bocoran email ini diduga berisi email-email personal calon presiden AS dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Kasus peretasan DNC setidaknya memuat 19.252 email dan 8.034 lampiran dari DNC sendiri, dan beberapa anggota dari Partai Demokrat dari bulan Januari 2015 sampai Mei 2016.

Beberapa email tersebut ternyata berisi informasi bila konvensi pemilihan calon presiden dari Partai Demokrat sengaja dibuat tidak adil dan lebih condong ke Hillary Clinton ketimbang bakal calon lain, Bernie Sanders. Akibatnya, DNC meminta maaf secara langsung pada Senator Bernie Sanders setelah email ini tersebar ke publik.

Nah, belakangan juga tersiar kabar bila ada masih banyak email DNC lain yang belum terbongkar dan diklaim bisa berdampak negatif terhadap citra Hillary Clinton.

Tentu hal tersebut tidak disia-siakan oleh Trump untuk menjegal lawannya. Setelah tersiar kabar bila hacker Rusia bertanggung jawab atas peretasan email DNC, Trump langsung angkat bicara.

"Rusia, bila kalin mendengar ini, Aku harap kalian mampu menemukan 30.000 email lain yang masih hilang. Aku pikir kalian akan mendapat keuntungan besar dari pers kami (AS)," ujar Trump, Techworm (28/07).

(mdk/bbo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP