Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengapa di Jepang banyak terjadi gempa?

Mengapa di Jepang banyak terjadi gempa? Gempa Kumamoto Jepang. ©REUTERS/Kyodo

Merdeka.com - Minggu lalu, Jepang diguncang du buah gempa dengan kekuatan 6,4 dan 7,3 skala Richter di kota Kumamoto yang berada di pulau Kyushu. Dan tentu kita tidak lupa gempa 9,0 skala Richter di tahun 2011 yang mengakibatkan tsunami setinggi 10 meter di Prefektur Miyagi.

Yang cukup mengejutkan, setidaknya setelah tahun 2000, ada 25 gempa berkekuatan di atas 6 skala Richter mengguncang Jepang. Faktanya, sekitar 20 persen gempa dunia tercatat ada di Jepang.

Apakah yang membuat negara kepulauan kecil itu begitu banyak di guncang gempa?

Cincin api Pasifik

Dari mana datangnya semua gempa itu? Jawabannya adalah cincin api Pasifik, salah satu sabuk gempa paling aktif di dunia. Ya, Jepang ada tepat di atas beberapa lempeng tektonik Bumi yang bertemu di bawah laut sepanjang samudra Pasifik.

Setidaknya ada 4 lempeng besar yang ada di sekitar Jepang, yakni lempeng Eurasian, Pasifik, Amerika, dan Filipina. Ketiganya saling bertubrukan dan menciptakan gempa.

cincin api pasifik

Cincin api Pasifik © USGS

Lempeng Pasifik yang terus mengarah ke Barat menabrak lempeng Jepang dan terdorong masuk ke dalam Bumi. Berdasarkan perhitungan pakar geologi, lempeng Pasifik bergerak 8,9 sentimeter per tahunnya.

Gerakan lempeng Pasifik setiap tahun itu tidak serta merta membuat gempa akibat si lempeng Pasifik terhenti oleh lempeng Jepang. Namun, hal ini sejatinya lebih terlihat seperti membangun kekuatan sebuah gempa besar. Di mana saat lempeng Pasifik benar-benar 'mendorong' kuat dan lempeng Jepang tak mampu menahannya lagi, maka terjadilah gempa besar.

Selanjutnya, 'Ratusan gunung berapi'

(mdk/bbo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP