Media sosial mampu pengaruhi keputusan perusahaan atau pemerintah
Merdeka.com - Media sosial yang semakin menjamur saat ini tak bisa lepas dari kebiasaan orang di dunia yang suka mengobrol. Alhasil, semua percakapan itu bisa dipantau secara langsung melalui media sosial.
Bahkan, bukan tak mungkin tren obrolan di media sosial mampu memengaruhi sebuah keputusan baik untuk perusahaan maupun pemerintah. Hal itu seperti yang diutarakan oleh Dosen Psikologi Universitas Indonesia (UI), Roby Muhamad.
Menurutnya, kebiasaan orang saat ini mulai bergeser, jika dahulu orang suka mengobrol di warung kopi, kini hal itu digantikan dengan ngobrol di media sosial. Kemajuan teknologi menjadikan hal itu tak bisa ditepis.
"Jadi intinya kan begini, dari dulu orang suka ngobrol, ngobrolnya dulu di warung kopi. Sekarang orang ngobrolnya di Twitter. Kalau dulu, orang mau tahu gosip apa kan mesti datengin warung kopi satu-satu, tapi sekarang masuk di Twitter dan Facebook. Jadi di sosial media kita tahu apa yang sedang menjadi trending topic di kalangan masyarakat," ungkapnya kepada Merdeka.com seusai acara Capaian Sains Indonesia yang diselenggarakan oleh Akademisi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (12/10).
Nah, melalui media sosial, perusahaan maupun sekaliber Presiden juga bisa melakukan survei kilat tentang opini yang terbangun di masyarakat terkait rencana kebijakan atau keputusan yang sudah berjalan.
Kendati begitu, kata Robby, media sosial tidak bisa mengukur secara presisi pengaruh atau dampak dari sebuah pengambilan keputusan, namun lebih ke arah tren secara umum.
“Media sosial bukan soal presisi dan ketepatan, tapi cepat mengetahui soal trend. Tapi gak bisa detail. Mayoritas percakapan public ada di situ. Selain itu, media sosial bisa untuk melakukan survey secara instan. Kalau survey yang sesungguhnya kan lama. Kalau setiap ada kita harus survei kan ribet. Analoginya kayak ngukur temperature. Tapi secara rata-rata suhunya. Jadi, kita hanya tahu trennya saja,” tuturnya.
(mdk/lar)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya