Mataharimall dan Fishpond jalin kerja sama
Merdeka.com - Mataharimall.com dan Fishpond baru saja menandatangani perjanjian kerja sama. Penandatanganan kerja sama ini, diharapkan memiliki dampak terhadap konsumen toko online khususnya bagi pelanggan Mataharimall.com. Fishpond sendiri merupakan perusahaan dari Selandia Baru pemasok produk untuk pasar global terbesar dunia.
"Dengan bermitra bersama Fishpond, kita akan memiliki tambahan mitra penting ke dalam daftar mitra strategis kami, dan yang lebih penting, pelanggan kami akan dapat menikmati pilihan produk yang lebih banyak untuk berbelanja. Kemitraan ini akan memungkinkan kami untuk lebih menumbuhkan pemetaan e-Commerce di Indonesia," kata Hadi Wenas, CEO MatahariMall, dalam keterangan resminya, Selasa (19/07).
Dalam perjanjian tersebut, Fishpond akan menggunakan hak milik platform WorldFront, Di mana platform tersebut telah menjual dan mengirimkan lebih dari 20 juta produk dari pemasok di seluruh dunia, seiring dengan basis pelanggan MatahariMall.com untuk membeli lebih dari 1 juta produk baru yang dijual di Indonesia pada akhir tahun 2017.
Ben Powles, CEO Fishpond mengatakan kemitraan ini akan membuat dua perusahaan ini secara bersama-sama untuk fokus kepada teknologi dan inovasi untuk membawa pengamalan e-commerce terbaik ke Indonesia.
"Platform WorldFront sempurna untuk marketplace seperti MatahariMall.com karena mereka telah memiliki keahlian lokal yang dikombinasikan dengan pelanggan yang ingin membeli beragam produk yang ditawarkan," kata Ben.
Sebagaimana diketahui, industri e-Commerce di Indonesia telah tumbuh luar biasa dalam tiga tahun terakhir. Indonesia telah berada pada jalurnya untuk menjadi salah satu Negara dengan pasar eCommerce terbesar di dunia.
Pemerintah Indonesia sendiri telah membuka investasi asing di sektor eCommerce, dimana mereka menargetkan USD 130.000.000.000 nilai e-Commerce di tahun 2020. Meskipun penjualan e-Commerce di Indonesia hanya mencapai sekitar 1persen dibandingkan dengan penjualan ritel secara offline, hal tersebut dipercaya akan tumbuh lebih dari sepuluh kali lipat dalam lima tahun ke depan.
Komisaris Perdagangan Selandia Baru untuk Indonesia, Tim Anderson mengatakan bahwa Selandia Baru dikenal dengan inovasi pada produk teknologi khusus.
"Industri teknologi merupakan sektor yang paling cepat berkembang di Selandia Baru. hal tersebut menjadikan teknologi menjadi pendapatan ekspor terbesar ke-tiga di Selandia Baru, setelah produk susu dan pariwisata, yang menghasilkan pemasukan lebih dari USD 7 miliar, kata Anderson.
(mdk/bbo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya