Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mark Zuckerberg Kritisi TikTok Soal Kebebasan Berpendapat

Mark Zuckerberg Kritisi TikTok Soal Kebebasan Berpendapat Mark Zuckerberg. ©2018 AP Photo

Merdeka.com - Mark Zuckerberg bersama perusahaan besutannya yakni Facebook, kini sedang dalam masalah karena kebijakannya soal iklan politik yang dianggap mempersenjatai politisi dengan berita palsu. Namun berada di tengah kasus tak membuat Zuck kurang peka soal industri media sosial dan kebijakannya.

Terbukti, dirinya tetap peka soal kebijakan TikTok yang melakukan sensor konten. Bos media sosial raksasa ini mengkritik aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan Tiongkok ByteDance itu.

Mengutip laman Tech Times via Tekno Liputan6.com, Zuck menekankan konten-konten TikTok yang disensor adalah konten yang tidak mencitrakan pemerintah Tiongkok secara positif, termasuk mengenai konten yang berlangsung di Hong Kong.

"Layanan milik kami, seperti WhatsApp, digunakan oleh pengunjuk rasa dan aktivis di mana-mana karena perlindungan enkripsi dan privasi. Namun, aplikasi TikTok yang pertumbuhannya begitu tinggi di seluruh dunia, justru menyebutkan aksi protes di Hong Kong telah disensor, bahkan di AS," kata Zuckerberg.

Ia pun mempertanyakan, apakah internet yang semacam itu yang diinginkan oleh penggunanya.

September lalu, The Washington Post melaporkan, pencarian tentang Hong Kong di aplikasi tersebut menunjukkan "sedikit keresahan yang terlihat."

Hal ini memicu kecurigaan bahwa aplikasi tersebut memang membatasi video yang memperlihatkan protes di Hong Kong.

Ancaman Kebebasan Berpendapat

berpendapat rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sementara media lainnya, The Guardian mengungkapkan bahwa TikTok menginstruksikan moderator untuk menghapuskan penggunaan kata "Lapangan Tiananmen", kemerdekaan Tibet, dan kelompok Falun Gong.

Zuckerberg berpendapat, Tiongkok merupakan ancaman besar bagi kebebasan berbicara.

"Sampai saat ini, internet di hampir tiap negara di luar Tiongkok telah ditentukan oleh platform Amerika dengan ekspresi kebebasan yang kuat," katanya.

Sementara, satu dekade yang lalu, hampir semua platform internet utama adalah dari Amerika. Hari ini, 6 dari 10 aplikasi adalah milik Tiongkok.

Zuckerberg juga menyiratkan Facebook tak lagi mencoba memasuki Tiongkok. Pasalnya situs media sosial ini sudah dilarang di Tiongkok sejak 2009.

Ini Jawaban TikTok

tiktok rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sementara itu, juru bicara TikTok pun berbicara soal penyensoran konten di platformnya.

Kepada CNBC, TikTok mengatakan bahwa aplikasi tersebut belum menerima permintaan dari pemerintah Tiongkok untuk menghapus konten dan tidak akan memiliki yuridiksi apa pun.

Juru bicara TikTok juga bersikeras bahwa aplikasi tersebut tidak membatasi peredaran video mengenai protes yang terjadi di HongKong.

TikTok sendiri tidak beroperasi di Tiongkok. Baru-baru ini, aplikasi tersebut membuka kantor di Silicon Valley.

Namun, ByteDance juga memiliki aplikasi lain bernama Douyin, mirip dengan TikTok dan beroperasi di Tiongkok. Menurut para peneliti, Douyin begitu disensor di Tiongkok.

Sumber: Liputan6.comReporter: Agustin Setyo Wardani

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP