Lumpur Sidoarjo diperkirakan segera berhenti
Merdeka.com - Pada penelitian sebelumnya mengatakan bahwa semburan lumpur di Sidoarjo akan berhenti sekitar 25 tahun lagi, namun menurut penelitian terbaru, berhentinya semburan tersebut tidak sampai selama itu.
Berdasarkan penelitian yang mengambil sample dari data satelit dengan merujuk pada kondisi tanah serta material yang dikeluarkan, para peneliti mengungkapkan bahwa tekanan luapan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur (Lapindo) semakin melemah.
Penelitian yang menggunakan teknik bernama interferometric synthetic aperture radar (InSAR) dengan menggabungkan sejumlah gambar citra satelit gunung berapi dari luar angkasa yang diambil oleh satelit ALOS Jepang, untuk memastikan perubahan permukaan di sekitar gunung berapi itu mengungkapkan hasil yang baru.
"Pada 2017, luapan akan melemah," kata Profesor Michael Manga dari Universitas California di Berkeley, Amerika Serikat, seperti dikutip dari BBC (14/12).
Di awal semburan terjadi lebih dari 100 ribu ton material mencuat ke permukaan, namun seiring dengan berjalannya waktu dan jumlah yang keluar, luapan lumpur tersebut menurun drastis hingga 10 kali lipat beberapa tahun ke depan.
Manga juga berpendapat, apabila tekanan luapan semakin melemah, maka ada kemungkinan lubang semburan akan tersumbat secara sendirinya dan luapan akan berhenti.
Menurunnya tekanan luapan tersebut dikarenakan selama beberapa tahun belakangan ini, permukaan tanah turun sekitar 10 cm akibat dorongan material dari perut bumi.
Erupsi lumpuh di wilayah Porong itu terjadi pada tahun 2006 silam yang mengakibatkan ribuan orang mengungsi dan kerugian ekonomi mencapai sekitar Rp 47,9 triliun.
(mdk/das)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya