Layanan video streaming paling hit ini, mendadak disusupi virus
Merdeka.com - Netflix, layanan video streaming yang akhir-akhir ini populer di Indonesia, ternyata menyisakan kabar yang tak sedap. Kabar itu datang dari Symantec.
Diam-diam Symantec mengamati pergerakan Netflix hingga 190 wilayah di dunia. Dalam pengamatannya itu, kesuksesan Netflix ternyata membawa perhatian bagi hacker untuk menyusupinya dengan malware. Tujuan dari target para penyerang adalah para pengguna Netflix.
Mekanisme yang dilakukan oleh para penyerang itu adalah 'menyamar' sebagai software Netflix pada desktop komputer yang sudah disusupi. Berdasarkan dari keterangan resmi Symantec, Sabtu (13/2), file-file tersebut merupakan pengunduh dan setelah dieksekusi, membuka homepage Netflix sebagai umpan dan diam-diam mengunduh Infostealer.Banload. Banload mencuri informasi perbankan dari komputer yang terinfeksi.
File-file yang menyamar sebagai Netflix menyusup melalui pengunduhan drive by atau pengunduhan yang tidak disengaja. Sebaliknya, file tersebut sebagian besar diunduh oleh pengguna yang telah tertipu oleh iklan atau penawaran palsu akan akses gratis atau harga yang lebih murah untuk Netflix.
Kesuksesan ini menarik perhatian para penyerang. Mereka pun telah mengamati serangan malware dan phishing yang menargetkan informasi penguna Netflix. Detailnya kemudian ditambahkan ke dalam pasar gelap yang sedang berkembang, yang mengklaim memberikan akses yang lebih murah ke layanan tersebut.
Selain berpotensi mengalami kekacauan akun Netflix, modus ini juga mengumpulkan data personal setiap pengguna, termasuk informasi kartu kredit yang nantinya akan dimanfaatkan untuk penipuan transaksi. Symantec juga mewanti-wanti agar pengguna tidak menggunakan layanan 'penyewaan' akun, dimana dengan membayar sejumlah dana maka dijanjikan bisa mendapatkan akses Netflix.
(mdk/bbo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya