Layanan telekomunikasi di Pulau Liran tak lagi kena roaming
Merdeka.com - Perasaan bahagia barangkali kini tengah berkecambuk bagi warga Pulau Liran. Apa sebab? Di sana baru saja dibangun Base Transceiver Station (BTS) milik anak usaha Telkom, Telkomsel. Pulau Liran ini terletak di Kabupaten Maluku Barat Daya berbatasan dengan Timor Leste dan termasuk juga salah satu pulau terluar Indonesia.
Sebelum adanya BTS Telkomsel, masyarakat di Pulau Liran harus rela menikmati layanan selularnya melalui jaringan Telkomcel. Alhasil, tarifnya pun menyesuaikan dengan roaming internasional. Menurut Direktur Utama Telkom, Alex J. Sinaga, ketersediaan akses telekomunikasi di Pulau Liran diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Dia lalu menukil data dari riset Bank Dunia pada 2015 yang menyebutkan bahwa pertumbuhan 10 persen akses internet di suatu negara, memungkinkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,35 persen.
“Dengan hadirnya jaringan Telkomsel, kegiatan komunikasi antar masyarakat Indonesia dari satu pulau ke pulau lainnya diharapkan bisa berjalan dengan baik. Kami juga berharap, kehadiran TelkomGroup di Kabupaten Maluku Barat Daya ini dapat turut meningkatkan taraf perekonomian penduduk di sini,” kata Alex dalam keterangannya, Selasa (8/8).
Terlibat dalam kegiatan tersebut hadir pula Menteri BUMN Rini Soemarno dan sejumlah BUMN, yakni Telkom, BNI, BRI, BTN, Bank Mandiri, Jasa Raharja, Kimia Farma, Pertamina, PLN, dan Taspen. Pembangunan di Pulau Liran juga diharapkan dapat terlaksana dengan optimal atas dukungan BUMN sektor transportasi dan logistik, yakni Pos Indonesia, Pelni dan ASDP. Seluruh upaya pembangunan ini merupakan wujud BUMN Hadir untuk Negeri.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya