Kubu Trump Tolak Jadi Kambing Hitam Gagalnya Apple di China
Merdeka.com - Menyusul diturunkannya pemasukan Apple untuk kuartal pertama di 2019, Tim Cook dalam suratnya kepada investor menyalahkan lemahnya penjualan iPhone di China sebagai kambing hitam hal diturunkannya ekspektasi pemasukan Apple tersebut.
Hal ini disebut juga ada pengaruhnya dari tegangnya perang dagang antara AS dan China yang dicanangkan Trump.
Namun Sekretaris Perdagangan dari kabinet Trump, Wilbur Ross, menolak hal tersebut sebagai ulah kabinet mereka.
Melansir wawancara sang Sekretaris Perdagangan di CNBC yang dikutip Phone Arena, Ross sebenarnya mengakui bahwa kebijakan perdagangan antara kedua negara tersebut secara tidak langsung mempengaruhi perekonomian China. Namun Ross tidak percaya kalau Apple terkena dampak dari kebijakan tersebut.
"Saya rasa pendapatan Apple tak ada hubungannya dengan pembicaraan dagang (China dan AS) saat ini," ungkap Ross.
Trump sendiri pada November 2018 lalu mengancam akan mengenakan tarif 10 persen hingga 25 persen untuk impor smartphone dari China, termasuk iPhone. Namun hal ini memang belum terjadi dan tidak ada tarif yang dikenakan untuk Apple.
Di sisi lain, Ross justru menyalahkan Apple atas strateginya yang dia anggap 'lemah' di beberapa faktor, sehingga adanya penurunan dari segi penjualan. Aspek ini salah satunya adalah naiknya harga iPhone secara signifikan.
ia berpendapat, kenaikan harga ini tentu tak berpengaruh di pasar maju, namun di pasar berkembang seperti China dan India, harga iPhone jadi tak terjangkau dan kalah dari kompetitor.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya