Kontes Islamic Sociopreneur Development Program Lahirkan Tiga Finalis Wirausahawan
Merdeka.com - Lembaga Amil Zakat Bangun Sejahtera Mitra Umat (LAZ BSMU) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) mengadakan kegiatan Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP) Contest, baru-baru ini.
Acara yang dilaksanakan secara hybrid ini menghadirkan 8 mahasiswa terpilih dari berbagai daerah yang beradu konsep dan pola bisnis yang diterapkan pada usahanya masing-masing.
ISDP merupakan program beasiswa inkubator bisnis yang menyiapkan mahasiswa menjadi sociopreneur muslim yang memiliki kemampuan, kepedulian sosial, dan berdayaguna di masyarakat. Dari program ISDP, berhasil membentuk wirausaha muda yang selain sukses dalam bisnisnya, tapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan danmeningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
Untuk menguji wirausaha muda ini, ISDP menghadirkan dewan juri berkompeten di bidangnya masing-masing, seperti Pimpinan Redaksi Republika Irfan Junaedi, Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Putu Rahwidhiyasa, Asisten Deputi Pengembangan Ekosistem Bisnis Kementerian Koperasi dan UMKM Dewi Syarlen, dan Founder of Indonesia Startup Center Muhaimin Iqbal.
Dalam acara ini, dipilih 3 finalis yang masuk ke acara puncak ISDP Graduation pada 25 Maret 2021, yaitu Koes Hendra bersama Beny Akbar dengan merek Sugeng Jaya Farm, Latifriansyah Usman Ali dengan merek Kedai Kiwae, dan Bintang Wijaya dengan merek Bikin Bareng Creative.
Direktur Eksekutif LAZ BSMU Rizqi Okto Priansyah menyampaikan bahwa para penerima beasiswa ISDP dibina dari awal untuk menjadi wirausaha muda yang berdaya guna bagimasyarakat. Program ISDP ini perlu kolaborasi dari berbagai pihak, agar dapat saling membantu awardee ISDP dalam meningkatkan bisnisnya.
Corporate Secretary Bank Syariah Indonesia Rosalina Dewi dalam sambutannya mengatakan Bank Syariah Indonesia (BSI) menyambut baik sinergi program ISDP yang didukung oleh berbagai pihak.
“Hal ini merupakan langkah Bank Syariah Indonesia untuk memberikan kemaslahatan yang seluas-luasnya bagi umat melalui sosok sociopreneur milenial yang berakhlak mulia, berjiwa wirausaha, dan dapat mencetak lapangan kerja bagi masyarakat. Kami berharap seluruh pihak dapat bersinergi mengembangkan ekonomi umat melalui instrumen ZISWAF,” kata Rosalina Dewi dalam rilisnya, kemarin.
Muhaimin Iqbal juga memberikan penilaian kepada seluruh finalis. Kata dia, semua finalis sangat bagus ide kreatifnya, bisa menjadi contoh bagi wirausaha muda lainnya. Harapannya semoga BSI dan Laznas BSMU dapat memperluas cakupan peserta dan time frame pelaksanaan beasiswa ISDP, sehingga manfaatnya bisa lebih luas.
Dewi Syarlen juga sangat apresiasi kegiatan ini. Dia merasa program ISDP ini harus menjadi contoh untuk tempat lain demi menciptakan lebih banyak lapangan kerja. (mdk/sya)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya