Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Konsep Super-App Disebut Bakal Jadi Tren?

Konsep Super-App Disebut Bakal Jadi Tren? Ilustrasi smartphone. ©Shutterstock/Naypong

Merdeka.com - Banyaknya aplikasi bermunculan di smartphone saat ini, terkadang tidak seluruhnya terpakai. Bahkan, aplikasi tersebut hanya digunakan sekali saja. Tidak sering difungsikan. Belum lagi terkait persoalan spesifikasi smartphone itu sendiri. Maka dari itu, muncul konsep super app. Sederhananya, seluruh layanan ada di dalam 1 aplikasi.

Sebagai contoh Grab. Grab sempat menahbiskan diri ingin menjadi super app. Aplikasi yang tidak hanya melayani transportasi on demand semata. Melainkan pula seluruh layanan bisa ditawarkan ke penggunanya.

Untuk itu, Grab pun bekerja sama dengan HOOQ – aplikasi layanan video streaming – menyajikan konten hiburan di dalam aplikasinya.

Lantas, apakah konsep super app ini bakal menjadi tren?

Guntur Siboro, Country Head HOOQ Indonesia, mengatakan, kemungkinan besar konsep super app akan menjadi tren di masa mendatang. Berdasarkan pengalaman HOOQ dan Grab melihat perilaku masyarakat Indonesia, satu smartphone rata-rata hanya mengunduh 6 sampai 7 aplikasi saja.

"Sebenarnya kalau mau lihat behavior orang Indonesia itu ya, bagi yang memiliki smartphone dengan besaran ROM dan RAM yang besar, download banyak aplikasi itu tidak masalah. Tetapi kalau sebaliknya kan juga jadi persoalan," jelas Guntur saat ditemui di Jakarta, Rabu (13/2).

"Kemudian juga kalau mendownload sebuah aplikasi itu kan juga butuh kuota data. Ini yang membuat berdasarkan pengalaman kami dan Grab, itu paling 6 sampai 7 aplikasi orang mendownload ke smartphone," tambah dia.

Meski begitu, konsep super app ini harus bisa disiasati dari sisi teknis. Terutama terkait dengan ukuran aplikasi yang diunduh. Apalagi jika di dalam aplikasi tersebut menghadirkan layanan video. Guntur pun menyontohkan sisi teknis dari sistem kerja sama HOOQ dan Grab.

"Untuk memutar video kita tidak ditanam di aplikasi Grab secara langsung. Teknis sederhanannya, jika pengguna aplikasi Grab mengoperasikan HOOQ, maka konsepnya bukan diputar langsung ke dalam aplikasi Grab, melainkan dari aplikasi Grab ‘memanggil’ aplikasi HOOQ. Tetapi pengguna tak perlu mendownload aplikasi HOOQ," terangnya. (mdk/faz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP