Ketika jejaring sosial saling sikut
Merdeka.com - Dunia jejaring sosial memang bisa mempererat hubungan para penggunanya. Namun, hal ini tidak berlaku untuk hubungan para penyedia layanan itu sendiri.
Seperti diketahui, hal ini setidaknya terlihat jelas dari hubungan Facebook dan Path. Meskipun keduanya memiliki visi yang sama, mempertemukan orang, namun keduanya harus berpisah lantaran saling sikut mempertahankan posisinya sebagai jejaring sosial yang paling baik.
Memang, diketahui bahwa alasan Facebook memblokir Path dari fitur Social Graph lantaran memanfaatkan spam. namun, jika diteliti, pemblokiran ini dilakukan sesaat setelah Path mendapatkan lebih dari satu juta pengguna setiap minggunya.
Apa yang dicapai Path sendiri memang merupakan sebuah prestasi. Terlebih, Facebook kini sedang terpuruk karena jumlah penggunanya tak bertambah, bahkan cenderung menurun.
Sehingga, bisa saja ada motif lain selain menghindari spam dengan menendang Path dari fitur Facebook. Mungkin saja, Facebook mulai merasa terancam keberadaannya oleh jejaring sosial berbasis mobile ini.
Selain dengan Path, Facebook sendiri memiliki catatan panjang seputar perseteruannya dengan jejaring sosial lain. yang paling menarik, adalah perseteruannya dengan Twitter.
Semenjak Facebook membeli Instagram, hubungannya dengan Twitter mulai tak akur. Keduanya mulai terlihat saling memutus fitur untuk layanan masing-masing, hingga kini. (mdk/nvl)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya