Kepanitiaan Hackathon Merdeka 2.0 bersifat suka rela
Merdeka.com - "Panitia, mentor, dan semua yang ikut berkecimpung di sini tidak dibayar, alias suka rela."
Itulah penuturan Miftahul Huda selaku ketua panitia Hackathon Merdeka 2.0 Chapter Malang kepada merdeka.com (24/10).
Secara rinci, Miftah menjelaskan bahwa persiapan untuk melakukan ini acara berjalan sekitar satu bulan. Aktifnya hanya sekitar tiga minggu saja.
"Karena kami berangkat dari non-profit, makanya semuanya suka rela aja. Untuk konsumsi dan pengadaan properti, itu semua swasembada," imbuhnya.

Meski begitu, acara Hackathon Merdeka 2.0 ini masih memiliki banyak peminat. Di Malang saja, ada 68 tim terdaftar secara online. Miftah juga mengungkapkan bahwa jumlah tersebut masuk dalam tiga terbanyak dari seluruh regional.
Lomba pembuatan aplikasi teknologi informasi ini digelar di 26 kota lainnya di Indonesia antara lain Medan, Toba, Tangerang, Bogor, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Balikpapan, Denpasar, Makassar, Maluku, Semarang, Banyumas, Belitung, Wonosobo, Ambon dan lainnya. Selain itu juga diikuti oleh programer di Kota Sydney, Australia.
(mdk/ega)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya