Kenapa harus memilih phablet apabila ada smartphone dan tablet?
Merdeka.com - Dari perhelatan CES 2013 kemarin, banyak vendor yang memamerkan perangkat mobile terbaru mereka dengan ukuran layar antara 5 sampai 6 inci. Pertanyaannya adalah apakah layar mempengaruhi kinerja dari perangkat yang bersangkutan?
Sampai saat ini, tidak sedikit vendor yang telah mempunyai produk dengan layar lebar melebihi ukuran rata-rata layar sebuah smartphone. Ambil contoh saja, Samsung Galaxy Note II 5,5 inci atau Huawei Ascend Mate 6 inci.
Karena perbedaan ukuran tersebut, maka beberapa pihak menyebut perangkat mobile itu dengan sebutan phablet atau phone tablet. Karena, lebih besar dari smartphone dan lebih kecil dibandingkan tablet.
[Akankah era smartphone tersapu phablet?]
Namun, betulkah saat ini banyak orang akan beralih menggunakan phablet daripada tablet atau smartphone?
Seperti dilansir Cnn (15/01), di tahun 2013 ini diperkirakan akan banyak phablet yang bermunculan seperti (perangkat rumor) Galaxy S4, atau dari Sony dan Lenovo.
Secara logika, apabila ingin menggunakan perangkat portable dengan layar lebar, kenapa tidak menggunakan tablet yang akan memberikan keleluasaan dalam eksplorasi atau menggunakan smartphone apabila ingin yang lebih ringkas dan dapat dikantongi.
Sedangkan phablet jelas tidak mungkin untuk dikantongi karena ukurannya yang terlalu besar, dan terlalu kecil untuk melakukan aktivitas seperti yang ditawarkan tablet.
Ketiga jenis perangkat ini pada dasarnya telah dilengkapi dengan fitur dan fasilitas umum yang sama. Semua penggunanya dapat menambahkan aplikasi lain secara manual.
Jelas suatu perbedaan dari ketiganya hanya terletak pada ukuran layarnya saja.
So, kembali mengacu pada pertanyaan pertama, kenapa memilih phablet apabila ada tablet dan smartphone yang juga memiliki kemampuan sama? (mdk/das)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya