Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenaikan belanja negara TIK tak berdampak terhadap e-government

Kenaikan belanja negara TIK tak berdampak terhadap e-government Menkominfo Rudiantara. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Belanja negara di sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), setiap tahun terus naik. Namun, kenaikan belanja itu tidak berdampak terhadap peningkatan indeks e-government. Malah, cenderung turun.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara saat menyampaikan sambutannya di Gedung Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Selasa (7/11).

Menurutnya, penurunan indeks e-government itu terjadi karena adanya ego sektoral di antara kementerian ataupun lembaga pemerintahan. Misalnya saja soal permintaan pembelian data center. Hal itu tak efisien bila setiap kementerian ataupun lembaga pemerintahan memiliki data center masing-masing.

Sebagai contoh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). BPPT memiliki data center yang begitu besar dan memungkinkan digunakan bersama oleh kementerian dan lembaga pemerintahan lain. Namun yang ada saat ini, setiap kementerian malah mengajukan anggaran untuk memiliki data center sendiri.

“Pengecualian Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang harus memiliki data center sendiri. Jadi, masing-masing kementerian dan lembaga pemerintah masih ego sektoral. Makanya perlu agar memastikan tidak adanya duplikasi belanja negara,” jelasnya.

Untuk itu, kata pria yang akrab disapa Chief RA ini, APBN 2018 untuk anggaran TIK kementerian dan lembaga pemerintah harus sepengetahuan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Hal ini agar lebih efisien semata.

“Saya udah bicara dengan Kemenkeu. 2018 APBN TIK mendatang sign of oleh Kemkominfo. Ini agar lebih efisien,” ungkapnya.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP