Kemkominfo: Banyak Platform Pembayaran, Akan Ada Seleksi Alam
Merdeka.com - Saat ini makin banyak bermunculan platform pembayaran yang menawarkan kemudahan melalui dompet digital atau non tunai. Sebut saja seperti LinkAja, Go-Pay, DANA, OVO, dan lain sebagainya.
Menurut Semuel A. Pangerapan, Dirjen Aplikasi dan Informatika (APTIKA), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), mengaku tak masalah dengan munculnya banyak pemain di sektor ini. Nantinya hal itu akan dikembalikan lagi ke masyarakat.
"Ya gak masalah. Namanya juga persaingan. Makin banyak nanti kan ujungnya itu seleksi alam. Yang penting, semuanya harus mengikuti aturan. Iya, kan? Intinya sama-sama cari yang terbaik," kata pria yang akrab disapa Semmy saat ditemui awak media di Jakarta, Selasa (27/2).
Lantas, apakah tidak ada rencana untuk lebih menyederhanakan? Kata Semmy, itu urusan Bank Indonesia. Lebih lanjut dijelaskan Semmy, Kemkominfo hanya memberlakukan aturan dari sisi aplikasinya saja. Untuk aturan teknis lainnya, itu diatur oleh pihak yang berkompeten seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Kami itu sifatnya mengatur teknis aplikasinya saja. Jadi begitu membuat layanan ke masyarakat, harus lapor. Jadi kita tahu. Oh layanan saya ini untuk fintech, layanan saya ini untuk market place. Kita ingin tahu layanan apa yang mereka buat. Jadi, kalau ada apa-apa kita tahu," jelas Semmy.
Sebagaimana diketahui, saat ini Bank yang tergabung dalam Himpunan Bank milik Negara (Himbara) dan Telkomsel melakukan penggabungan platform pembayaran yang sebelumnya memiliki masing-masing. Setelah bergabung, platform pembayaran itu bernama LinkAja. (mdk/faz)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya