Kapan bayi punya penglihatan tiga dimensi?

Reporter : Kun Sila Ananda | Jumat, 22 Juni 2012 16:47

 Kapan bayi punya penglihatan tiga dimensi?
Ilustrasi. merdeka.com/hdwallpapers.in

Merdeka.com - Kapan bayi mulai melihat dunia dalam tiga dimensi? Sebuah kacamata yang diciptakan oleh ilmuwan di Budapest University of Technology and Economics, Hungaria, bisa menjawab pertanyaan ini.

Para ilmuwan yang dipimpin oleh peneliti Ilona Kovacs ini memberikan kacamata yang menyaring cahaya merah dan biru pada 15 bayi prematur dan 15 bayi yang lahir normal. Sekali dalam sebulan, selama delapan bulan, tim peneliti menempatkan bayi pada ruangan yang gelap dan membuat mereka melihat bentuk yang terdiri dari titik-titik pada layar. Kacamata yang mereka gunakan membuat titik-titik tersebut tidak tampak kecuali dilihat dalam tiga dimensi.


Ilona Kovacs

Berdasarkan Newscientist, sensor yang diletakkan pada kepala masing-masing bayi mendeteksi sinyal yang menunjukkan mereka melihat titik-titik tersebut atau tidak. Jika bayi itu melihatnya, maka sensor akan menunjukkan angka 1.874 Hertz.

Hasilnya, penelitian ini menunjukkan bahwa bayi mulai melihat gambar dalam bentuk stereo dan tiga dimensi empat bulan setelah mereka dilahirkan, ketika pertama kali mereka melihat cahaya. Ini berlaku baik untuk bayi yang dilahirkan prematur atau yang dilahirkan normal. Diketahui bahwa kemampuan ini dipicu oleh otak yang dipengaruhi oleh lingkungan, dan bukan oleh waktu internal tubuh bayi itu sendiri.

[kun]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Haters sebut Prilly sudah 'diapa-apain' oleh Aliando Syarief
  • Jadi pengusaha, Maia Estianty ogah sharing dengan Ahmad Dhani
  • Mourinho tuduh Arsenal parkir bus?
  • Bukan Bill Gates, ini 10 manusia terkaya sepanjang sejarah bumi
  • Dari bugil hingga lepas jilbab, 5 demo unik perempuan tuntut haknya
  • Dapat predikat aktor anti jabat tangan, Kim Soo Hyun bela diri
  • Ospek berisi kekerasan dan pembodohan sudah tidak zaman
  • Mahasiswa di Riau tewas tenggelam di sungai saat KKN di desa
  • Tak bisa berenang, turis China tewas saat snorkling di Nusa Penida
  • Ribuan hektare sawah di Karawang meranggas akibat kekeringan
  • SHOW MORE