Jual bisnis laptop Vaio, Sony bakal PHK 5.000 karyawan
Merdeka.com - Penjualan notebook dan laptop Vaio yang lesu membuat Sony terpaksa menjual aset bisnis Vaio. Hal ini pun membuat 5 ribu karyawan yang bekerja dalam divisi tersebut terancam dirumahkan.
Dilansir VR-Zone (6/2), penjualan unit bisnis VAIO ini berarti bahwa akan ada total 5.000 PHK yang bakal dilakukan Sony secara global, yang mana 1.500 pekerja berasal dari divisi Sony Jepang.
Perusahaan investasi yang membeli divisi notebook Sony juga telah mengumumkan bahwa mereka hanya akan mempekerjakan 250 sampai 300 karyawan Sony yang akan dibagi dalam divisi desain, manufaktur pengembangan, dan divisi penjualan.
Terkait dilepasnya bisnis notebook dan laptop Vaio ini, Sony menyebutkan jika penurunan penjualan PC dikatakan sebagai alasan utama di balik keputusan untuk menjual bisnis VAIO. Sony menyatakan jika saat ini perusahaannya tidak akan lagi merancang dan mengembangkan produk baru dalam seri VAIO.
Berdasarkan lansiran tersebut, Mengalami kerugian sebesar USD 1,1 miliar yang mana sebagian besar defisit disebabkan lesunya penjualan global divisi TV dan notebook.
Dengan dilepasnya bisnis laptop dan notebook Vaio ini, maka Sony bisa fokus untuk mengurusi divisi mobile-nya yang meliputi smartphone, phablet, perangkat tablet.
Setelah kesepakatan akuisisi VAIO selesai, Sony akan langsung berkonsentrasi meluncurkan perangkat mobile dan tablet baru.
Pabrikan asal Jepang ini sudah memulai gencar memasarkan perangkat mobilenya dengan meluncurkan handset CODEC Sirius, smartphone seperti Xperia T2 dan Xperia E1 di gelaran Mobile World Congress akhir bulan lalu.
(mdk/dzm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya