Jika perusahaan BlackBerry jadi dijual, siapa yang mau beli?
Merdeka.com - Sangat jarang kita mendengar ada sebuah perusahaan yang menyatakan menyerah di tengah upayanya kembali ke puncak. Namun, hal ini nyatanya dilakukan oleh BlackBerry.
Seperti pemberitaan sebelumnya, disebutkan bahwa BlackBerry sedang menggodok salah satu upaya untuk menyelamatkan perusahaan. Menjual perusahaan menjadi salah satu opsi yang kemudian muncul, padahal, dalam banyak kesempatan, CEO BlackBerry, Thorsten Heins, mengatakan semua harus bersabar.
Namun, dengan opsi penjualan tersebut, bisa dibilang bahwa BlackBerry kini sudah mulai lempar handuk. Kini perusahaan asal Waterloo, Kanada ini pun menunggu kira-kira siapa yang bakal mau menyelamatkan perusahaan dengan 70 juta pelanggan di seluruh dunia ini.
Saat ini sendiri Google sudah memiliki Motorola yang dibiayainya agar bisa hidup dari dan menghidupi Android. Sehingga, kecil kemungkinannya Google tertarik membeli BlackBerry.
Samsung atau Apple juga sepertinya tidak akan tertarik. Hal ini dikarenakan keduanya telah memiliki pangsa pasar sendiri yang jelas-jelas berbeda dari apa yang ditawarkan BlackBerry selama ini.
Banyak yang menyebutkan bahwa perusahaan teknologi China akan tertarik dengan hal ini. Sebut saja mulai dari Lenovo, Huawei, dan ZTE, ketiganya memang dipandang mampu untuk membeli dan menyelamatkan BlackBerry.
Untuk nama perusahaan China yang pertama, Lenovo, memang sudah tak asing lagi dengan isu ini. Maklum, di tahun lalu mereka juga dikabarkan mendekati BlackBerry dengan rencana untuk membeli perusahaan yang kala itu masih bernama RIM.
Sementara itu, Huawei juga tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka sebelumnya malah dikabarkan akan melakukan merger dengan Nokia. Namun, hal ini urung dilakukan karena adanya penolakan dari Microsoft.
Memang, hingga saat ini sendiri keputusan jual bukan menjadi keputusan final yang ditentukan oleh komite khusus BlackBerry. Masih ada jalan keluar lainnya yang juga dipertimbangkan agar sang berry hitam masih dapat diselamatkan.
Namun, jika saja semua rencana ini gagal dan tak ada yang berminat membeli BlackBerry, bisa saja nasibnya akan tinggal menunggu waktu saja. BlackBerry bisa menyusul Ericsson jika tak lihai mengatasi badai besar ini.
Dari berbagai sumber (mdk/nvl)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya