Janji Twitter berantas kebencian, kekerasan, dan pelecehan
Merdeka.com - CEO Twitter Jack Dorsey kemarin (15/10), berjanji untuk mengambil sikap lebih agresif dalam berbagai kebijakannya.
Sebelumnya, badai Tweet menghujam dirinya terkait #WomenBoycottTwitter. Kampanye ini muncul karena aktris Rose McGowan disuspend dari Twitter atas tuduhan perkosaan terhadap dirinya kepada Harvey Weinstein, produsen film yang tersandung masalah pelecehan seksual belakangan ini.
Jack sendiri menyebut bahwa ia telah bekerja secara intens dalam beberapa bulan terakhir, dan segera akan membuat keputusan penting tentang pencegahan pelecehan yang dialami banyak wanita, minoritas, serta pengguna pada umumnya di Twitter.
"Kami memutuskan untuk mengambil sikap yang lebih agresif dalam peraturan kami serta bagaimana kami menegakkannya," ungkap Jack.
Akan ada aturan baru seputar pelecehan seksual, twit yang mengandung pornografi tanpa konsensus, simbol-simbol kebencian, kelompok kekerasan, serta twit yang mengagung-agungkan kekerasan. Perubahan ini disebut akan diluncurkan dalam beberapa minggu ke depan.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya