Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ironis, Afrika jadi tempat sampah gadget bekas Negara Barat

Ironis, Afrika jadi tempat sampah gadget bekas Negara Barat Kuburan sampah elektronik di Ghana. © QAMP

Merdeka.com - Jutaan ton sampah elektronik dihasilkan oleh dunia setiap tahunnya, terutama oleh negara-negara Barat, seperti Eropa dan kawasan Amerika Utara. Pertanyaanya, di mana mereka membuangnya?

Jawabannya adalah benua Afrika, dan salah satu negara yang menjadi tempat sampah terbesar barang elektronik adalah Ghana. Sebuah organisasi pengolahan sampah elektronik, QAMP, telah merilis beberapa foto yang menunjukkan tingginya tingkat polusi sampah elektronik daerah Agbogbloshie di Akra, ibukota Ghana.

kuburan sampah elektronik di ghana

Menurut QAMP, banyak negara-negara barat yang membuang sampak elektronik mereka ke Ghana dan negara Afrika lain karena biayanya murah. Tepatnya jauh lebih murah ketimbang harus mendaur ulang sampah elektronik itu di negara-negara Barat.

Menurut penelitian PBB, setidaknya ada 41 juta ton sampah elektronik baru yang dibuang oleh warga dunia. Nilai dari sampah yang terdiri dari komputer, gadget, hingga alat elektronik rumah tangga bekas itu ditaksi mencapai Rp 650 triliun lebih.

Ironisnya, laporan PBB menyebutkan hanya 6 juta ton saja yang berhasil didaur ulang. Jumlah itu kalah jauh dari total sampah elektronik Eropa yang tahun lalu mencapai 11,6 juta ton. Penyelundupkan sampah secara ilegal ke Afrika pun menjadi pilihan yang ekonomis.

Di sisi lain, Afrika sekarang dipenuhi sampah elektronik yang sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Terlebih, mereka tidak memiliki alat yang tepat untuk mendaur ulang sampah elektronik yang memadahi.

kuburan sampah elektronik di ghana

Meskipun banyak warga yang akhirnya bisa menjadi pengepul komputer atau gadget bekas, kerusakan lingkungan akibat limbah beracun dari sampah elektronik sudah terlalu parah.

Di Agbogbloshie misalnya, daerah itu sudah penuh dengan zat berbahaya seperti merkuri. Bahkan, sungai dan sumber air warga juga dipercaya terkontaminasi zat kimia berbahaya dari sampah elektronik.

kuburan sampah elektronik di ghana

Ironisnya, masyarakat Agbogbloshie seolah sudah terbiasa dengan sampah elektronik itu. Menurut QAMP, anak-anak kecil biasa bermain di daerah pembuangan yang rawan ledakan dan menghirup asap pembakaran sampak elektronik yang berbahaya.

kuburan sampah elektronik di ghana

(mdk/bbo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP