Ironis, 5 teknologi revolusioner ini ternyata gagal di pasaran
Merdeka.com - Teknologi kebanyakan menghasilkan sesuatu yang mencengangkan dan tidak mudah ditebak. Ada banyak pemikiran bahwa teknologi masa depan akan seperti apa. Para ilmuwan dan pakar teknologi pun ada yang sudah merancang dan menyiapkan bahwa teknologi tersebut akan memiliki banyak penggemar.
Namun, tidak semua hal yang kita pikir merupakan kemajuan teknologi di masa lalu, ternyata malah menjadi 'bisu' setelah diluncurkan. Bukan berarti teknologi tersebut tidak canggih, namun mungkin ada sesuatu yang para pakar teknologi lupakan atau kadang malah diejek.
Anda bisa saja tidak mengenalnya atau malah Anda masih menggunakannya saat ini?
Berikut 7 teknologi gagal, seperti dilansir dari Therichest.
Televisi 3D
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTeknologi ini terkesan sangat keren. Ya, beberapa tahun lalu, TV 3D ini mencengangkan banyak netizen, termasuk di Indonesia sendiri. TV 3D ini diklaim bisa menampilkan gambar yang nyata. Dimensi yang disuguhkan juga membuat orang yang melihat seolah-olah sedang berada di tempat tersebut.
Namun ternyata, mengapa teknologi besar ini malah gagal?
Channel yang ditawarkan pada TV 3D dengan teknologi gambar 3D, masih sangat terbatas. Selain itu, ada beberapa TV yang memerlukan kacamata khusus untuk melihat tampilan 3D yang disediakan. Dalam segi harga, pengguna juga harus menyiapkan banyak uang untuk membeli TV ini. 3D TV diklaim dengan harga mulai Rp 21 juta hingga harga Rp 500 juta juga ada.
Smart Watch
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comApakah Anda mempunyai smart watch? Banyak perusahaan besar yang kini ramai membuat smartwatch. Perusahaan besar seperti Apple, Samsung, Huawei, dan masih banyak lagi juga ikut memproduksi.
Namun sebenarnya, jam tangan pintar sudah hadir sejak awal 1970-an. Awalnya jam tangan ini memang berkembang cukup pesat, seperti yang terjadi sekarang ini. Namun setelah 10 tahun, jam tangan pintar versi jadul ini menghilang.
Banyak smartwatch yang kini menawarkan harga murah, namun keberadaannya belum banyak. Di Indonesia sendiri, jarang orang yang mempunyai smartwatch. Harga yang tinggi dengan ketergantungan orang Indonesia pada perangkat yang nyaman seperti smartphone dan laptop, membuat smartwatch ini dirasa tidak terlalu penting.
Ada yang memakai smartwatch hanya untuk gaya saja. Ada juga yang menggunakannya agar mendapat pemberitahuan lebih cepat lewat smartwatch jika ada sesuatu yang penting. Ujung-ujungnya, mereka juga kembali lagi bergantung pada smartphone.
Windows Phone
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMicrosoft sebagai pembuat smartphone ini sampai sekarang masih mempertahankannya. Padahal, penjualan smartphone dengan OS Windows sangat kecil jika dibandingkan dengan iPhone dan Android.Â
Pada kuartal kedua tahun ini, Microsoft hanya sanggup menjual 7,4 juta smartphone Windows, yang berarti turun 9,4 persen dari waktu yang sama tahun lalu. Di Amerika, Windows Phone hanya memiliki pangsa pasar sebesar 5 persen saja. Mengapa hal itu terjadi?
Konsumen lebih memilih iPhone dan Android karena terbatasnya aplikasi yang ada di Windows Phone. Smartphone ini juga tidak lebih murah dan tidak memiliki teknologi yang lebih baik dari iPhone dan Android.
Clippy
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comApakah Anda Clippit atau Clippy? Jika Anda pernah menggunakan Microsoft Office sebelum tahun 2007, pasti Anda mengenalnya. Clippy adalah klip kertas yang berukuran cukup besar untuk Microsoft Office. Clippy akan vertanya pertanyaan yang harusnya tidak perlu ditanyakan.Â
Tidak hanya itu, ada teman-teman Clippy juga yang banyak dibenci orang, seperti anjing, kartun Albert Einsten, bola, atau hal-hal lainnya. Animasi yang terlalu besar tersebut bisa mengganggu konsentrasi orang yang sedang fokus menulis, walaupun beberapa anak kecil menyukainya.
Bahkan, karyawan Microsoft pun ternyata membenci Clippy ini.
HD DVD
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDVD sangat populer hingga saat ini, terutama di Indonesia. Namun sebenarnya, ada teknologi yang lebih baru yang ingin menggantikan pamor DVD. Apa perbedaannya?
Untuk kebanyakan konsumen pasti terlihat tidak banyak perbedaan. Mereka pada dasarnya adalah produk yang sama, tetapi tidak kompatibel satu sama lain. Kualitas tampilan video maupun film yang ditampilkan HD DVD memang lebih baik dari DVD, namun DVD lebih dikenal dan lebih banyak yang menggunakan.
5 Hal tersebut dirasa sebagai teknologi gagal. Apa Anda menggunakannya?
(mdk/lar)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya