Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini cara Instant Messaging meraup pendapatan

Ini cara Instant Messaging meraup pendapatan Instant Messaging. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Sangat jarang pengguna ponsel pintar ingin mengetahui lebih jauh dari mana instant messaging (IM) meraih pendapatan. Mereka hanya tahu membayar paket data setiap bulan kepada operator tanpa tahu apakah yang mereka bayar juga untuk instant messaging yang digunakannya.

Seperti diketahui, Indonesia merupakan pengguna IM terbesar di dunia. Penetrasi instant messaging di Indonesia juga sangat luar biasa, yaitu Whatsapp 43 persen, BBM 37 persen, Line 36 persen, Facebook Messenger 23 persen, Twitter 23 persen, Wechat 20 persen, KakaoTalk 16 persen, Skype 16 persen, dan YM 15 persen.

Lalu dari mana sebenarnya IM atau dikenal dengan over the top (OTT) meraih pendapatan? Menurut pemerhati telekomunikasi Gunarto, mereka mendapatkan pemasukan dari penjualan stiker. “Dan ini jumlahnya tidak main-main, mencapai ratusan juta US dollar,” katanya kepada merdeka.com, Senin (27/1).

Line misalnya, meraih USD 27,4 juta pada kuartal II/2013 dari penjualan stiker menurut perusahaan riset On Device Research. Wechat sendiri meraih USD 16 juta per bulan dan Line USD 10 juta per bulan.

Pendapatan IM juga didapat dari iklan aplikasi atau games lainnya lewat fitur apps purchase, atau bisa juga lewat subscription fee seperti yang diterapkan Whatsapp.

Stiker sendiri merupakan layanan yang sangat popular dan digemari pengguna IM di Indonesia, dan hampir 46 persen pengguna IM di Indonesia aktif membeli stiker. (mdk/dzm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP