Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini bahaya jadi orang sok 'multitasking' modal smartphone!

Ini bahaya jadi orang sok 'multitasking' modal smartphone! Ilustrasi Smartphone. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Di era digital ini, smartphone dan banyak gadget mobile lain dapat diisi oleh berbagai macam aplikasi yang dapat menunjang produktivitas. Mulai dari aplikasi catatan, email, dan sosial media dapat mempermudah setiap pegawai menyelesaikan tugas. Sayangnya, keberadaan gadget-gadget ini membuat banyak orang terkena ilusi 'multi-tasking'.

Tentu Anda sering mendengar banyak rekan kerja atau teman kuliah yang mengatakan bila mereka adalah orang-orang multitasking atau mereka yang bisa mengerjakan satu hal sembari menuntaskan hal lain. Contohnya mendengarkan penjelasan sambil mencatat di smartphone di saat bersamaan. Benarkah demikian?

Multitasking itu tak nyata

tak nyataRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Penelitian dari Kaspersky Lab membuktikan hal yang sebaliknya, multi-tasking bermodal gadget itu tidak nyata. Penelitian ini dilakukan oleh Head of System Engineering Kaspersky Lab Amerika Utara, Michael Canavan.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 44 persen pekerja kantoran mengakui bahwa mereka membuat catatan secara digital pada saat rapat. Akibatnya, mereka seringkali tidak memahami apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh pembicara yang berlangsung. 

Bahkan, 13 persen orang yang disurvei juga mengakui bahwa jika mereka kehilangan catatan digital mereka, maka mereka akan mengalami kebingungan. Kebingungan ini lah yang kemudian disebut sebagai amnesia digital.

Catatan digital vs mendengarkan rapat

vs mendengarkan rapatRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Penelitian Kaspersky Lab juga menemukan bahwa banyak pelaku bisnis profesional yang bersedia untuk tidak mendengarkan secara aktif dalam pertemuan dan menggantinya dengan hal yang lebih mudah seperti mengetik catatan dan memiliki catatan real-time dari rapat atau presentasi. 

Empat puluh enam persen dari mereka yang disurvei percaya bahwa catatan-catatan faktual ini jauh lebih baik dari suara. Sebagian besar responden (67 persen) juga setuju bahwa catatan digital lebih mudah untuk dicadangkan dan dibagikan daripada mengandalkan memori.

Gadget bukan pengganti otak

pengganti otakRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menurut Dr. Gorkan Ahmetoglu, Dosen Psikologi Bisnis di University College, London, memori manusia itu terbatas. Kerugian dari hanya mendengarkan serta mengandalkan memori adalah bahwa mentransfer sesuatu dari 'working memory' jangka pendek ke memori jangka panjang itu sulit dan keberhasilannya tergantung pada seberapa baik kita memahami topik yang sedang dibahas

Akan tetapi, mencatat di gadget juga bukan solusinya. Jika informasi yang diterima kurang familiar atau bahkan kita tidak benar-benar memahaminya, muncul kecenderungan untuk mencatat sebanyak mungkin pada perangkat digital.

Padahal, menurut Dr. Ahmetoglu, hal ini tidak berarti catatan tersebut dapat digunakan untuk meninjau kembali serta membangun pemahaman kita akan informasi tersebut.

Bahaya sok multitasking pakai gadget

multitasking pakai gadgetRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Selain amnesia digital, ternyata masih banyak hal negatif lain yang bakal terjadi jika manusia suka mengerjakan hal bersamaan dengan bantuan gadget.

Dengan banyaknya orang sangat bergantung pada catatan yang disimpan dalam "memori eksternal", ini memberikan celah yang besar untuk serangan dari rekan-rekan yang tidak suka pada mereka, saingan dan bahkan penjahat siber. 

Jika orang-orang jahat ini sebelumnya hanya "menguping", sekarang mereka sering kali merusak atau menghapus, atau bahkan diam-diam mengubah data yang disimpan dalam perangkat.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak selalu melakukan kegiatan multitasking dan lebih memilih fokus ke satu kegiatan saja. Apabila memang diperlukan, lebih baik mencatat hal-hal seperlunya saja di gadget dan kemudian ditinjau ulang agar informasi yang ada dapat diingat dalam memori jangka panjang.

Sumber: Kaspersky Lab

(mdk/bbo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP