Ini alasan kucing bisa kuasai internet dan sosmed
Merdeka.com - Kucing, kucing, dan kucing, mungkin itu yang ada di pikiran banyak YouTubers. Bagaimana tidak, setiap hari ada saja video tentang kucing yang diunggah ke jejaring sosial berbagi video tersebut.
Nyatanya, kucing memang sangat mudah terkenal di dunia maya. Anda tentu mengenal sosok kucing jahat si 'Grumpy Cat'. Berkat kepopulerannya, si Grumpy mendatangkan keuntungan hingga jutaan Dollar bagi pemiliknya.
Nah, ternyata kepopuleran kucing tidak datang begitu saja. Menurut penelitian Jessica Gall Myrick dari Universitas Indiana ada beberapa alasan yang membuat kucing jadi hewan favorit di dunia maya. Berikut ulasannnya.
Ribuan video kucing masuk YouTube setiap hari
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBagaimana kucing tidak terkenal, selama tahun 2014 saja, per hari setidaknya ada 5 ribu lebih video kucing baru yang menghiasi YouTube. Hingga total jumlah video kucing selama 2014 mencapai 2 juta video lebih.
Dengan stok yang 'fresh' dan terus bermunculan, tentu penonton tidak akan bosan. Hal itu terbukti dengan jumlah tontonan hingga 26 miliar kali dari 2 juta video kucing tadi. Bahkan, rata-rata 'view' video kucing lebih banyak dari kategori lain di YouTube.
Video kucing membuat penonton bersemangat dan sehat
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTidak hanya membuat senang, menonton video lucu kucing-kucing di internet juga membuat orang lebih bersemangat dan sehat. Penelitian Jessica mengungkapkan bila video kucing bisa meningkatkan energi positif dan menenangkan perasaan.
Dengan hilangnya perasaan-perasaan buruk dan negatif, beban mental akan berkurang dan bisa membuat seseorang lebih sehat.
Menonton kucing online buat rasa bersalah saat menunda pekerjaan hilang
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comYa, terdengar lucu memang. Tetapi, menonton kucing saat sedang bekerja atau belajar tidak akan membuat seseorang merasa bersalah meskipun sejatinya mereka sedang menunda pekerjaan.
Rasa malu, jengkel, dan cemas pun akan lenyap saat melihat kucing-kucing di internet. Tidak heran banyak orang yang suka melihat kucing di Facebook atau YouTube.
Orang apatis bisa tahkluk di hadapan kucing-kucing online
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPenonton kucing online bisa datang dari siapa saja, bahkan dari mereka yang terkenal apatis dan pemalu. Penelitian Jessica menunjukkan bila orang-orang memiliki sifat dasar apatis atau pemalu cenderung suka menonton video kucing.
Oleh karena itu, Jessica akan membuat penelitian baru yang akan menjadikan konten-konten internet yang berhubungan dengan kucing sebagai media terapi. Terapi ini ditujukan bagi mereka yang mempunyai masalah emosi dan mental.
Apakah Anda juga merasakan hal yang sama saat menonton kucing-kucing imut di YouTube?
(mdk/bbo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya