Indonesia belum siap terima Foxconn
Merdeka.com - Foxconn telah menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk bekerja sama dengan Pemda DKI Jakarta membangun pabrik ponsel di Kawasan Berikat Nusantara, di Marunda, Jakarta Utara.
Beberapa pihak optimistis bahwa produksi Blackberry murah ini akan segera diproduksi di Marunda. Namun ternyata, proses pembangunan pabrik masih berliku.
Pada April mendatang, Foxconn sendiri baru akan datang kembali membawa cetak biru rencana pembangunan pabrik di kampung Si Pitung tersebut.
Ketua Bidang Industri Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Rudi Rusdiah mengaku kesal karena rencana pendirian pabrik ponsel Foxconn di Indonesia tak kunjung terealisasi.
"Dari dulu selalu at last dan at last tapi tak kunjung jadi kenyataan. Kendala utamanya jelas, dan semua orang tahu, yaitu UU Perburuhan, kurang siapnya infrastruktur di Indonesia, dan ketidakpastian hukum dan usaha," ujarnya kepada merdeka.com, Senin (10/2).
Tidak seperti pabrikan ponsel merek lokal lainnya yang rencananya akan didirikan di Indonesia tahun ini, Foxconn akan membangun sebuah pabrikan murni yang terdiri dari OEM, ODM, assembling dan membangun supply chain kelas dunia produknya dan economic of scale nya.
Menurut Rudi, Indonesia belum siap menerima Foxconn dan vendor ponsel lainnya selama belum memperbaiki UU Perburuhan yang memberikan iklim industri dan investasi yang baik dan pasti, perbaikan infrastruktur pelabuhan, logistik, jalan, energi, air, dan telekomunikasi, serta kepastian hukum dan regulasi yang kondusif bagi industri UKM yang nantinya juga akan mendukung investasi konglomerat dan besar seperti ini.
"Sering peranan UKM industri telematika dilupakan, padahal di Taiwan, China, perusahaan UKM di ruko-rukonya banyak mendukung raksasa industry negara itu," katanya.
Baca Juga:
Menperin minta Jokowi desak Foxconn percepat investasi
Menperin siap bantu Foxconn dan Jokowi bangun pabrik
Kerja sama DKI-Foxconn diminta terealisasi tahun ini
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya