Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ilmuwan temukan 'nenek moyang' baru umat manusia

Ilmuwan temukan 'nenek moyang' baru umat manusia Nenek moyang baru manusia. ©George Washington University

Merdeka.com - Karena memiliki susunan DNA yang nyaris sama dengan manusia, simpanse kerap disebut kerabat dekat kita. Nah, baru-baru ini ilmuwan mengaku menemukan spesies kera baru yang diklaim sebagai nenek moyang dari manusia (genus Homo) dan simpanse (genus Pan).

Spesies kera itu adalah Pliobates cataloniae yang fosilnya ditemukan di Barcelona, Spanyol. P. cataloniae yang diberi sebutan 'Laia' ini tergolong jenis kera kecil yang hidup sekitar 14 juta tahun silam.

Fosil Laia yang berhasil ditemukan terdiri dari 70 bagian dan diperkirakan berumur 11,6 juta tahun. Dari penelitian menggunakan teknologi komputer virtual, terungkap bila Laia adalah kera betina mirip Gibbon berbobot 4-5 kilogram.

Meski wajahnya mirip kera Gibbon, bagian tulang pergelangan tangan dan tulang tangan (humerus dan radius) mirip dengan milik manusia dan simpanse. Sementara penelitian gigi menunjukkan bila Laia adalah pemakan buah-buahan lunak.

Di sisi lain, ilmuwan menemukan bagian tubuh yang tidak terdapat di hominoid (keluarga kera modern), yakni lubang telinga yang bertulang. Namun, tetap saja Laia disebut ilmuwan sebagai 'rantai' yang hilang dari evolusi manusia dan simpanse.

"Penemuan fosil ini (Laia) menjawab rantai yang hilang dari sejarah kera dan manusia. Kami dulu berpikir bila kera bertubuh kecil berevolusi dari kera bertubuh besar, tetapi fosil ini menunjukkan jika kera bertubuh besar dan kecil hidup berdampingan sejak kera ada," ujar Sergio Almecija, antropolog dari Universitas George Washington, Daily Mail (30/10).

(mdk/bbo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP