Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ilmuwan khawatir naga 'transgender' kuasai Australia

Ilmuwan khawatir naga 'transgender' kuasai Australia Kadal Pogona dari Australia. © Rymich

Merdeka.com - Pemanasan global bisa mengakibatkan kerusakan dan dampak negatif bagi lingkungan. Tetapi, bagaimana bila yang terjadi adalah pemanasan global membuat 'naga' jantan bisa bertelur?

Fenomena unik itu terjadi pada spesies kadal gurun Pogona atau yang biasa dikenal dengan 'naga berjenggot'. Akibat suhu Australia yang terus meningkat, kadal dengan gen jantan saat masih berada dalam telur ketika menetas berubah menjadi betina!

Bahkan, meskipun gen tubuhnya masih jantan, kadal 'transgender' itu bisa menghasilkan telur yang lebih banyak dari kadal betina asli.

Menurut ilmuwan dari Universitas Canberra, Australia, jika hal ini terus berlanjut, spesies kadal Pogona yang benar-benar asli betina dikhawatirkan akan punah. Hal itu dikarenakan keturunan yang dihasilkan oleh kadal Pogona transgender tadi juga memiliki ciri yang sama dengan sang induk, jantan dari segi genetik, namun betina dari segi tubuh dan bisa bertelur.

"Ini adalah bukti perubahan iklim ekstrim bisa berdampak besar bagi makhluk hidup," ujar Clare Holleley, ilmuwan dari Universitas Canberra, Daily Mail (02/07).

Lebih lanjut, data penelitian menunjukkan bila perubahan kelamin dari jantan menjadi betina itu terjadi saat suhu lingkungan tempat telur kadal Pogona berada mencapai 36 derajat Celsius.

Proses transgender pada kadal Pogona pun diklaim sudah mencakup luas 38 ribu kilometer persegi. Dari penelitian tahun 2004 lalu saja, jumlah kadal transgender ini mencapai 22.2 persen dari total populasi kadal Pogona di Australia.

(mdk/bbo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP