Huawei Tersandung Masalah, Samsung dan Xiaomi Sigap 'Rebut' Pasar
Merdeka.com - Diputusnya lisensi Android dari Huawei tak pelak membuat para calon pengguna menjauh dari merek ini.
Hal ini dikarenakan masih belum ada kejelasan apakah perangkat Huawei di masa depan akan mendapatkan pembaharuan Android atau tidak.
Dampaknya cukup masif, dilaporkan Phone Arena terdapat penurunan penjualan di Eropa dan Asia.
Menurut situs perbandingan harga yang berbasis di Inggris yakni PriceSpy, produk Huawei makin tak dilirik, dengan penurunan klik hingga 50 persen di Inggris, dan 26 persen secara global.
Sementara di tengah musibah yang ditimpa Huawei, PriceSpy menyebut ada pengalihan konsumen ke merek lain seperti Samsung dan Xiaomi. Samsung sendiri mendapatkan perhatian pengguna dengan naik 13 persen secara klik, sementara Xiaomi 19 persen.
Hal ini cukup mengenaskan bagi Huawei, yang perjalanan bisnisnya cukup mengesankan akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, Huawei adalah pabrikan smartphone terbesar kedua di dunia hanya di bawah Samsung, dan telah telak mengalahkan Apple.
Jika tak ada permasalahan ini, bisa jadi Huawei akan menyalip Samsung untuk jadi peringkat pertama pabrikan terbesar di dunia.
Namun naas, di saat ini justru Samsung menggencarkan beragam lini smartphone mereka, seperti Seri Galaxy M dan juga seri Galaxy A dengan berbagai varian spesifikasi.
Selain itu Xiaomi, sang peringkat empat juga makin melakukan penetrasi pasar yang lebih tersegmen dengan berbagai lini seperti Redmi, Black Shark, dan Pocophone.
Jika kondisi ini bertahan terus menerus, bukan tak mungkin posisi Huawei justru akan makin terlempar dan Xiaomi-lah yang akan masuk tiga besar pabrikan smartphone terbesar di dunia.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya