Huawei Kembangkan Aplikasi Pembaca Ekspresi Muka untuk Tunanetra
Merdeka.com - Huawei ternyata sedang mengembangkan aplikasi pembaca ekspresi muka. Aplikasi ini ditujukan untuk membantu pengguna tunanetra mengetahui emosi lawan bicaranya.
Dilansir dari New Atlas via Liputan6.com, Senin (7/1), Huawei bekerja sama dengan Polish Blind Association, aplikasi ini dirancang khusus untuk digunakan pada smartphone Huawei Mate 20 Pro.
Cara kerja aplikasi ini adalah dengan menggunakan kamera belakang yang memanfaatkan algoritma kecerdasan buatan. Dari situ, aplikasi dapat membaca ekspresi baik itu mata, alis, mulut, serta hidung lawan bicara.
Canggihnya lagi, berdasarkan kemampuan tersebut, program ini mampu membedakan tujuh emosi dasar. Emosi yang ditangkap kemudian dikonversi menjadi irama pendek yang mewakili ekspresi yang ditunjukkan.
Komposer tunanetra, Tomasz Bilecki yang menciptakan irama itu dengan subjek tes tunanetra mengklaim bahwa irama tersebut mudah diingat dan dipahami. Aplikasi Huawei Facing Emotion dapat diunduh melalui Google Play Store dan berfungsi sepenuhnya walaupun tanpa internet.
Tempat pembaca emosi ini pun dirancang dalam bentuk ID Card untuk digunakan dengan smartphone yang memakai aplikasi ini. Pengguna dapat mencetaknya dengan printer 3D dan membeli desainnya di laman Shapeways.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Surya Handika (mdk/faz)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya