Huawei Ingin Jual 270 Juta Smartphone Tahun Ini
Merdeka.com - Huawei telah menjual 153 juta unit smartphone di 2017, dan 206 juta unit di 2018. Tahun ini, sang raksasa teknologi Tiongkok ingin membuat raihan yang lebih tinggi lagi.
Melansir Phone Arena, Huawei baru saja mengungkap golnya di tahun ini ke media Eropa, yakni mereka ingin menjual 270 juta smartphone di 2019 ini. Sebelumnya, Huawei mengungkap di media sosialnya kalau sampai saat ini mereka telah menjual 200 juta unit smartphone sepanjang 2019.
Para analis teknologi sendiri sebelumnya telah memprediksi pengkapalan Huawei tahun ini tak akan melebihi 250 juta unit. Sehingga, gol Huawei lebih tinggi 20 juta unit dari perkiraan analis.
Huawei sendiri 'mempertaruhkan' deretan angka target ini di musim liburan yang akan segera tiba. Di musim liburan, per minggu Huawei menargetkan adanya 7 juta unit smartphone per minggu, atau satu juta per hari mulai sekarang hingga 31 Desember berakhir.
Andalkan Mate 30 dan 30 Pro
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comFlagship terbaru Huawei akan jadi Andalan untuk pencapaian target Huawei ini. Untungnya, penjualan duo flagship ini sangat kuat di Tiongkok sendiri.
Meski demikian, sumber pengkapalan Huawei yang terbesar tetap berasal dari perangkat entry-level dan kelas menengah yang jadi produk andalan di beberapa negara berkembang.
Ambisius
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSebenarnya target ini cukup ambisius. Karena, ketika target 270 juta unit ini tercapai, Huawei berportensi dapat menyalip posisi Samsung sebagai perusahaan smartphone terbesar dunia saat ini. Jika hal ini terjadi pun, Samsung akan pertama kali turun tahta sejak 2012 lalu.
Samsung sendiri sebenarnya susah dikejar, karena di tahun lalu saja raksasa teknologi Korea Selatan tersebut menjual hingga 290 juta unit smartphone. Namun Samsung terkenal agak lemah di musim liburan, sehingga jika strategi Huawei berhasil, Samsung dapat melorot ke posisi kedua.
Pasca Perang Dagang
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDiprediksi sebelumnya, Apple justru akan kembali menyalip Huawei di posisi kedua. Pasalnya pertumbuhan global Huawei turun drastis pasca perang dagang Presiden Trump dan Tiongkok meningkat, diikuti dengan pencekalan Huawei untuk berbisnis dengan perusahaan Amerika Serikat.
Menurut analis dari Digitimes, Apple diperkirakan menyalip Huawei di antara Oktober hingga Desember tahun ini. Hal ini akan terbukti benar kala laporan kuartal ketiga 2019 dirilis.
Huawei sendiri mengalahkan Apple pada kuartal keempat tahun lalu, di mana produk Huawei memang punya keunggulan besar kala itu, yakni flagship P20 Series dan Mate 20 Series.
Nah, kali ini dengan luputnya Huawei di pasar dunia barat pasca perang dagang dan juga makin meroketnya popularitas iPhone 11, kembalinya Apple di peringkat kedua seharusnya bukan kejutan lagi.
Menurut Anda?
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya