Holi, festival suka cita warga Hindu di Google Doodle hari ini
Merdeka.com - Jutaan pengikut Hindu, terutama di India, akan bersama-sama di hari ini untuk merayakan awal musim semi, dengan perayaan Holi yang berwarna-warni. Dan Google pun ikut merayakannya melalui Google Doodle hari ini (24/3).
Google menandai salah satu festival kuno yang paling penting dan paling meriah di India ini, dengan video doodle berbentuk logo Google yang di sembur menggunakan serbuk-serbuk warna-warni, persis dengan cara merayakan festival Holi itu sendiri.

Festival ini diisi dengan menyanyi, menari dan bergembira ria, sambil menyiratkan serbuk cat warna-warni ke udara, dan membasahi semua orang dengan warna. Acara ini diadakan di jalanan terbuka, taman, atau di halaman kuil.
Festival ini juga menandakan orang-orang dari berbagai kasta, kelas, usia, maupun jenis kelamin, untuk berkumpul bersama menandai datangnya musim semi. Mereka juga membakar api unggun, memanggang gabah, pop corn, kelapa serta buncis.

Legenda di balik festival ini berdasar dari perayaan Dewa Hindu Khrisna, dan juga legenda dari Holika dan Prahlad.
Ada berbagai versi berbeda tentang asal-usul festival ini, namun yang paling populer adalah tentang Raja Hiranyakashyap, yang menginginkan rakyat di kerajaannya untuk menyembah dirinya. Namun anaknya yang bersifat baik bernama Prahlad, justru memuja Dewa Wisnu. Raja Hiranyakashyap yang marah, akhirnya memerintahkan bawahannya agar sang anak dibakar.
Kebetulan, Holika yang merupakan adik dari Prahlad, adalah seseorang yang kebal terhadap api. Lalu Holika pun membantu sang kakak dengan memasuki kobaran api bersama-sama. Karena kekuatan tersebut digunakan untuk hal yang licik, rencana tersebut gagal dan Holika mati dilahap api, sementara Prahlad tetap selamat. Dari beberapa relief yang ada di kuil di India, menceritakan bahwa abu dari Holika, membawa keberuntungan.

Sementara aspek warna-warni yang ada di festival, muncul dari Dewa Khrisna yang sewaktu kecil adalah anak yang bandel, yang suka menyiram air berwarna ke wanita pemerah susu.
Hal inilah yang merepresentasikan abu warna-warni di festival ini, di mana kebaikan akan selalu menang jika melawan kejahatan.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya