Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hiruk pikuk Pilkada bikin e-commerce mengelus dada

Hiruk pikuk Pilkada bikin e-commerce mengelus dada Ilustrasi e-commerce. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - Hiruk pikuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ternyata lebih membuat dampak terhadap kondisi e-commerce tanah air dibandingkan ramai-ramai pembicaraan Presiden AS Donald Trump.

"Kami sebetulnya tidak dipusingkan dengan persoalan ramai Donald Trump. Tapi kami, sebagai pemain e-commerce lebih pusing dengan hiruk pikuk Pilkada saat ini," jelas Ketua Dewan Pembina Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), Hendrik Tio saat acara konferensi pers Indonesia E-commerce Summit & Expo di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Kamis (26/1).

Pasalnya, kata dia, seharusnya di awal tahun seperti ini ada kenaikan jumlah transaksi yang terjadi. Namun, sayangnya tidak demikian. Justru yang terjadi saat ini adalah jalan di tempat.

Maklum, sebagai pebisnis mereka pastinya ingin jumlah transaksinya meningkat setiap bulannya. Pengaruh ini memang terjadi tidak secara langsung tetapi cukup terasa bagi mereka.

"Kita tidak mengatakan turunnya sampai signifikan. Istilahnya begini, stabil aja kita udah mengeluh. Karena kalau bisnis kan pastinya udah ingin naik terus dong. Apalagi ini awal tahun kan mestinya mulai seru lagi. Ini enggak, masih stagnan aja," terang dia.

Menurutnya, mau tidak mau Pilkada memang membuat orang terpecah perhatiannya dan secara psikologis akan menurunkan minat belanja.

"Harusnya belanja barang, tapi karena ada hiruk pikuk Pilkada malah keasyikan ikut-ikutan. Jadinya kan pasti menurunkan minat belanja orang-orang. Jadi saya rasa itu pasti punya pengaruh bukan hanya ke e-commerce saja tapi ke bisnis secara umum," kata dia.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP