Hati-hati, Facebook bisa memalsukan fitur 'like'
Merdeka.com - Baru-baru ini, situs jejaring sosial Facebook digiring ke meja hijau dengan tuduhan memalsukan fitur 'like'.
Dilansir Cnet (10/1), gugatan tersebut diajukan oleh pengacara dari Colorado atas nama pengguna Facebook Anthony Ditirro kepada Pengadilan San Jose California Utara.
Ditirro menegaskan bahwa pada bulan November 2013 lalu, Facebook telah melakukan kecurangan dengan memalsukan 'like' pada USA Today. Ditirro mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah mengunjungi situs berita USA Today, atau klik apapun mengenai web USA Today, maupun halaman Facebook USA Today. Namun tiba-tiba diketahui bahwa dirinya telah menyukai atau me'like' USA Today.
"Ditirro tidak memiliki hal-hal negatif dengan USA Today, hanya saja dia bukan pembaca setia situs tersebut, namun mengapa tiba-tiba Ditirro menyukai USA Today di Facebook? Ini semacam memberi dukungan pada salah satu pihak tanpa izin sebelumnya pada pihak yang bersangkutan," ujar pengacara Ditirro.
Terdakwa diduga melakukan pelanggaran sejumlah kode etik bisnis di California, dan jika terbukti benar maka Facebook terancam denda USD 750 atau setara Rp 8,8 juta per orang. Sebab diketahui, Ditirro bukan satu-satunya orang yang mengalami hal itu, beberapa teman Facebook-nya juga bernasib senada.
Baca Juga:
Jangan sekali-kali klik gambar orang termakan hiu di Facebook!
Sempat hebohkan Facebook, ternyata monster laut ini palsu!
5 Aktivitas zaman dahulu yang kini perlahan tersapu teknologi
Tak ada lagi iklan terselubung di Facebook
Jangan asal hapus pertemanan Facebook jika tak ingin begini (mdk/ega)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya