Haryawirasma mundur dari Imoca, somasi ke BRTI jalan terus
Merdeka.com - Haryawirasma secara mengejutkan mundur dari posisi Ketua Umum di Indonesian Mobile and Online Content Provider Association (IMOCA) tanpa alasan yang jelas.
"Saya hanya ingin merdeka, seperti anda," ujar Haryawirasma yang akrab dipanggil Rasmo menjawab pertanyaan Merdeka.com mengenai alasan dia mundur.
Namun, menurut seorang pengurus Imoca, Ferijj Lumoring, mundurnya Rasmo karena tak ingin ada conflict of interest mengingat dia juga menjadi salah satu anggota tim penyusun regulasi di Kementerian Kominfo.
"Hari ini kami akan membahas soal mundurnya Rasmo dan sekaligus menentukan penggantinya. Kalau saya mungkin akan mundur karena saya juga sudah mundur dari Jatis. Saya kira Tjandra Teja calon terkuat," katanya.
Di Imoca, Rasmo meninggalkan pekerjaan rumah sangat banyak, termasuk rencana judicial review ke MA terkait dengan Permenkominfo No. 21/2012 soal SMS Premium.
Menurut Ferijj, kita sudah dua bulan mengajukan somasi tapi tak ada tanggapan positif dari Kominfo. Banyak hal, tambahnya, di peraturan tersebut yang menjadi keberatan penyedia konten, seperti aturan terkait SMS Premium.
"Mengapa hanya SMS premium yang diatur? MMS, SMS biasa tidak? Padahal, maling SMS premium sudah tidak ada lagi, dan mereka punya mainan baru lainnya. Ini malignya sudah nggak ada, yang kena getahnya CP baik-baik yang baru mulai bisnis SMS premium," ujarnya.
Menurut dia, bisnis konten baru akan tumbuh, dan telah berhasil mencetak revenue meski kecil. Dengan adanya aturan ini, kata Ferijj, maka industri konten terancam suram lagi.
Ferijj mengatakan sebulan ini masih akan menyampaikan somasi, dan awal tahun depan baru diajukan judicial review. (mdk/nvl)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya