Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hacker sediakan informasi 20.000 orang anggota FBI

Hacker sediakan informasi 20.000 orang anggota FBI FBI diserang hacker. ©2016 telegraph.co.uk

Merdeka.com - Jika anda merasa aman menyimpan informasi di internet, Anda salah besar. Bahkan orang penting pun bisa diretas identitasnya oleh hacker.

Dilansir dari Cnet (8/2), informasi personal dari hampir 30.000 pegawai pemerintahan di Amerika Serikat, termasuk di dalamnya anggota FBI, dirilis secara terbuka di internet. Menggunakan akun surel dari Departemen Hukum, seorang hacker mengklaim diri telah mendapatkan akses ke intranet departemen tersebut.

Hacker tersebut diduga mengunduh informasi personal lebih dari 20.000 anggota FBI, dan 9000 lebih anggota Departemen Pertahanan Dalam Negeri Amerika Serikat. Sang peretas mengumumkan informasi-informasi asli tersebut di sebuah website yang infonya berisi nama, jabatan dan detil kontak.

Twitter digunakan untuk menyebarkan informasi tersebut, yang di-tweetkan bersama tagar pro-Palestina. Masih belum jelas seberapa berbahayakah informasi yang beredar ini bagi pertahanan Amerika Serikat.

Juru bicara dari Departemen Hukum Amerika Serikat, menyatakan bahwa informasi tersebut hanyalah informasi kontak saja. Tidak ada informasi tentang detil personal yang sensitif, yang berpotensi membahayakan nyawa dari anggota pegawai pemerintahan tersebut.

Hal ini bukan kali pertama terjadi. Pada Juli tahun lalu, lebih dari 22 juta orang terkena dampak dari serangan cyber yang ditujukan ke kantor-kantor pemerintahan Amerika Serikat. Hal tersebut adalah rangkaian dari serangan cyber yang menjadikan pemerintah Amerika Serikat sebagai target. Website yang jadi korbannya adalah website dari CIA, akun surel gedung Putih, dan akun Twitter Militer Amerika Serikat.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP