Hacker curi kartu kredit, separuh warga Korsel jadi korban
Merdeka.com - Akibat ulah kejahatan hacker tidak bertanggung jawab, hampir separuh warga negara Korea Selatan menjadi korbannya. Hal ini terjadi setelah para hacker tersebut menyerang beberapa data kartu kredit di negeri Ginseng tersebut.
Seperti yang dilansir oleh The Hacker News (19/1), baru saja dilaporkan ada tiga perusahaan penerbit kartu kredit di Korea Selatan yang menyatakan kehilangan data pelanggannya. Jika dijumlah, data yang hilang tersebut milik 20 juta pelanggan padahal jumlah penduduk Korea Selatan ada 50 juta.
Data yang hilang tersebut di antaranya berisi nomor rekening bank, nama lengkap, nomor jaminan sosial, nomor telepon, nomor dan masa berlaku kartu kredit. Ini merupakan data penting yang jika disalahgunakan akan merugikan sang pemilik identitas.
Pihak berwajib Korsel sendiri menyatakan telah berhasil menangkap pelaku pencurian identitas tersebut yang kemudian diketahui menjual hasil kejahatannya pada sebuah perusahaan. Manajer perusahaan yang membeli data itu kemudian juga ditangkap.
Akibat hal ini, tiga produsen kartu kredit yang jadi sasaran serangan mengaku bertanggung jawab. Mereka berjanji mengembalikan dana nasabah yang kemungkinan hilang akibat serangan tersebut.
"Penyedia kartu kredit akan mengganti semua kerugian finansial yang disebabkan karena insiden terbaru ini," kata regulator.
Sebelumnya, Korea juga pernah diguncang kejahatan yang sama ketika pegawai Citibank Korea membobol data nasabahnya. Akibat hal itu, 34 ribu nasabah dinyatakan merugi. (mdk/nvl)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya