Hacker Australia rontokkan situs Kemenkumham RI

Reporter : Arif Pitoyo | Senin, 11 November 2013 10:20




Hacker Australia rontokkan situs Kemenkumham RI
Hacker. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Perang cyber antara Australia vs Indonesia seakan tak terhindarkan lagi. Keduanya saling menghimpun pasukannya dan menyerang tiada henti.

Setelah menewaskan situs penting Australia http://asis.gov.au, hacker Indonesia saat ini tengah menembak sasaran-sasaran penting lainnya, yaitu http://asd.gov.au dan http://defence.gov.au.

Berdasarkan pemantauan merdeka.com, hacker Indonesia susah menembus kedua website yang dimaksud, diduga pihak Australia telah menggandakan keamanannya pada website-website strategis.

Belum juga berhasil meretas situs pemerintah Australia lainnya, Indonesia kebobolan dengan dimatikannya situs Kementerian Hukum dan HAM oleh hacker Australia.

Setelah kemarin ramai mencuat isu diretasnya situs Bareskrim dan Polri, sejak beberapa saat lalu terlihat bahwa situs Kementerian Hukum dan HAM tidak bisa diakses alias down. Bahkan situs ini dinyatakan down 100 persen atau 404 Not Found.

Memang belum ada informasi mengapa situs ini tiba-tiba down. Namun jika melihat sejak kapan jatuhnya situs ini, hal itu hampir berbarengan dengan dimulainya serangan malam hacker Indonesia terhadap situs-situs Australia.

Berdasarkan www.status.ws, situs Kementerian Hukum dan HAM yang beralamat di www.kemenkumham.go.id jika dibuka mendapat pesan 502 bad gateway. 502 bad gateway itu artinya ada suatu yang salah dengan server di mana situs ini ditempatkan.

Menurut Pengamat Telematika, Heru Sutadi, di saat perang siber atau cyber war seperti yang terjadi sekarang ini, yang perlu diwaspadai dan jadi perhatian adalah serangan balik, artinya Indonesia sudah harus siap menghadapi cyber war yang terjadi. "Ini merupakan warning bagi seluruh situs pemerintahan dan militer untuk menjaga sistem informasi dan komunikasi secara aman. Back up semua data, dan siapkan tim yang memantau detik per detik situs setidaknya sampai warning ini dicabut, sehingga bila ada serangan dapat segera ditanggulangi," harap Heru.

Dikatakannya, perang cyber ini laksana bermain bola. "Jika hacker-hacker itu menyerang situs negara lain, ibarat bermain sepak bola, back dan kiper juga harus siap. Sebab jika penyerang gagal, dan terjadi serangan balik, maka kita sendiri yang akan kebobolan habis-habisan. Apalagi diketahui, situs-situs pemerintah dan militer di Indonesia sendiri tidak terlalu kuat dan sudah sering juga dijebol hacker," kata Heru.

Baca juga:
Ada hacker numpang populer cyber war Indonesia vs Australia
Anonymous Indonesia: Situs Bareskrim Polri tak diretas Australia
Situs down, Kemenkum HAM koordinasi dengan tim IT
Hacker dari SMK Al-Muhajirin salah sasaran?
Anonymous Australia kirimkan peringatan terakhir

[dzm]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Diet pelangi bantu cerahkan kulit
  • Kapolri duga AKBP Idha terkait jaringan narkoba WN Filipina
  • Ini alasan Ratu Kecantikan Myanmar dicopot gelarnya
  • 4 Hal yang dapat memicu perpisahan
  • Jokowi bahas opsi 34 kementerian di kabinet dengan Tim Transisi
  • Ini syarat tim transisi Jokowi jika pesawat kepresidenan dijual
  • Jadi pengantin baru, Adam Levine langsung beli rumah
  • Wah, Microsoft tak sengaja bocorkan kedatangan Windows 9
  • Kasus video porno, mantan Wabup Bogor dijebloskan ke sel
  • Vinovia, Pompeii dari utara yang terancam hilang
  • SHOW MORE