Google tolak perintah Gedung Putih untuk hapus video anti-Islam
Merdeka.com - Maraknya unjuk rasa dan kemarahan umat Islam dari seluruh dunia terkait masalah video Innocence of Muslims membuat pihak Gedung Putih turun tangan. Mereka meminta YouTube menghapus video tersebut namun sekali lagi 'anak' Google ini menolaknya.
Setelah Lybia dan Mesir, video Innocence of Muslims juga resmi diblokir aksesnya di India dan Indonesia. Namun, kemarahan umat Islam terus berlanjut dan merembet hampir ke seluruh jazirah Arab. Oleh karenanya, agar masalah tidak berlarut-larut, pihak Gedung Putih menyuruh Google sebagai pemilik YouTube untuk menghapus video tersebut.
Sayangnya, seperti yang dilansir Reuters (15/09), Google menolak perintah Gedung Putih. Google mengatakan bahwa video tersebut tidak melanggar peraturan yang mereka tetapkan.
Namun, menurut tulisan di Mashable (15/09), peraturan atau YouTube Community Guidelines tersebut nampaknya juga perlu dipahami sekali lagi oleh Google dan YouTube. Di dalam aturan tersebut, terdapat penjelasan bahwa YouTube akan menghapus video apabila terkait dengan penghujatan atau penghinaan terhadap etnis, agama, fisik, gender, umur, status veteran dan masalah seksual.
So, dalam hal ini, apakah dapat diartikan bahwa Google dan YouTube mengingkari peraturan yang mereka buat sendiri? (mdk/das)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya